Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Jupri Riyadi saat menjadi saksi atas terdakwa Rojiun, Edi Wahyudi dan Edi Purnawan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang terkait perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) pemberian fee proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) atas terdakwa eks Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang, Achmad Rojiun dan seorang stafnya, Edi Wahyudi dan mantan Kepala Sekolah SDN Banyuanyar 4-5 Sampang, Edi Purnawan kembali digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Kamis (30/1/2020).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kali ini tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang mengahadirkan saksi mantan Kadisdik Pemkab Sampang, Jupri Riyadi yang juga terdakwa dalam perkara lain.

Saksi Jupri Riyadi menjadi saksi untuk tiga terdakwa lain yaitu, eks Kasi Saspras Dinas Pendidikan Sampang, Achmad Rojiun, staf Edi Wahyudi dan Kepala Sekolah SDN Banyuanyar 4-5, Edi Purnawan.

Dimuka persidangan saksi Jupri Riyadi mengungkapkan bahwa, dirinya tidak mengetahui saat OTT terjadi. Pada saat itu kalau tidak salah hari Selasa ada apel dikantor saya ada acara di Kecamatan.

"Pada saat itu kalau tidak salah hari Selasa ada apel dikantor saya ada acara di Kecamatan,"kata, saksi Jupri Riyadi dimuka persidangan saat dikutip memojatim.

Labih jauh saksi Jupri Riyadi menyebutkan bahwa, pemotongan fee tersebut menggambarkan sebagai dana taktis. Jupri Riyadi mengaku tidak pernah mengetahui atau tidak pernah berkordinasi terkait pemotongan fee dari kegiatan proyek dengan terdawa. Namun, ada laporan dari terdakwa dana taktis (partisipasi) dari 64 Kepala Sekolah yang mengalir ke atasan dan itu terjadi sudah bertahun-tahun.

"Ada aliran dana diatasan saja,"ucap, saksi Jupri Riyadi dihadapan Majelis Hakim Ketua Dede Suryaman.

Sementara usai persidangan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang, Anton Zulkarnain saat dikonfirmasi terkait masud keterangan saksi yang menyatakan fee mengalir keatasan JPU menyatakan, "Mengalir ke atasannya Kepala Dinas,"terang, JPU Kejari Sampang, Anton Zulkarnain pada memojatim.

Saat ditanyak lebih detail lagi atasan yang dimaksud keterangan saksi itu kepada siapa, penuntut umum enggan menjawab.

Sekedar diketahui, kasus Pungutan Liar (Pungli) permintaan fee terkait pembangunan RKB SDN Banyuanyar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur ini berhasil diungkap oleh penyidik Kejari Sampang melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap terdakwa eks Kepala Bidang Prasarana Dinas Pendidikan Sampang, Achmad Rojiun, staf Edi Wahyudi dan Kepala SDN Banyuanyar 4-5, Edi Purnomo sebagai tersangka.

Saat itu, Edi Purnomo menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada Achmad Rojiun yang didampingi Edi Wahyudi di Jalan Raya Banyuanyar, uang tersebut diduga merupakan fee yang ditarik dari SDN Banyuanyar 2 Sampang. (rief)

Posting Komentar