Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Sekertaris Daerah Pemkab Gresik Andhy Hendro Wijaya saat duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan atas terdakwa Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, Andhy Hendro Wijaya terkait dugaan korupsi pemotongan insentif pegawai di dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Gresik kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Jumat (3/1) dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Sidang kali ini, terdakwa Andhy Hendro Wijaya mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik, yang dibacakan pada Jum'at (27/12) lalu.

"Sidang dibuka dan terbuka untuk umum, apakah eksepsinya sudah siap,"ucap, Ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan saat dikutip memojatim dipersidangan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Jum'at (3/1).

"Kalau sudah siap, bacakan inti-inti yang saudara persoalkan,"sambung Hakim ketua I Wayan Sosiawan.

Selanjutnya, setelah mengaku siap, tim kuasa hukum terdakwa Andhy Hendro Wijaya yang diketuai Hariyadi langsung membacakan nota eksepsinya secara bergantian.

Dari pantauan memojatim,pembacaan nota eksepsi tersebut berlangsung selama 30 menit. Mulai dibacakan pukul 13.30 Wib dan berahkir pukul 14.00 Wib.

Atas eksepsi tersebut, ketua majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik untuk mempersiapkan tanggapan pada sidang berikutnya.

"Kami memberikan waktu ke penuntut umum untuk melakukan tanggapan. Sidang dilanjutkan hari Jum'at tanggal 17 Januari,"pungkas, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan sambil mengetukan palu tiga kali sebagai tanda menutup persidangan dan dilajutkan pada sidang berikutnya.

Untuk diketahui, Terdakwa Andhy Hendro Wijaya didakwa dengan pasal berlapis. Pada dakwaan ke satu, Jaksa mendakwa dengan Pasal 12 huruf e, Jo Pasal 18 UU Tipikor, Jo Pasal 64 KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan dalam dakwaan ke dua, Terdakwa Andhy Hendro Wijaya didakwa melanggar Pasal 12 f, Jo Pasal 12 huruf f, Jo Pasal 18 UU Tipikor, Jo Pasal 64 KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Andhy Hendro Wijaya ditetapkan tersangka berdasarkan pengembangan dari pertimbangan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya atas terdakwa M Muchtar, Plt Kepala BPPKAD Gresik (sudah divonis).

Dalam amar putusan vonis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya terhadap terdakwa M Muchtar yang dibacakan Kamis (12/9) lalu, Majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman juga memuat perintah agar Kejari Gresik mengusut keterlibatan sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang telah turut menikmati hasil pemotongan insentif pegawai di dinas BPKAD Pemkab Gresik dari perbuatan M Muchtar, salah satunya terdakwa Andhy Hendro Wijaya. (rief)


Posting Komentar