Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : kedua saksi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan kasus korupsi penyidaan kambing etawa diwilayah Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur kembali digelar diruang Cakra Penhadilan Tipikor Surabaya pada hari Jumat (24/1/2020) di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangkalan, Angga Ferdian dan Hendri menghadirkan dua saksi terdiri dari Edi Wiyono selaku penyedia kambing etawa dan Mat Lihen Kepala Desa (Kades) Mlajeh, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan atas dua terdakwa eks Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin  selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangkalan.

Seperti biasa, sebelum sidang dimulai Hakim Ketua I Wayan Sosiawan, saksi ditanyai kesehatannya dan masih ada hubungan keluarga apa tidak sama terdakwa dan selanjutnya diminta untuk disumpah sebelum memberikan kesaksiannya.

"Saudara saksi sebelum saudara memberikan keterangan disumpah dulu,"tegas, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan dalam persidangan saat dikutip memojatim.

Dari kedua saksi, saksi Edi Wiyono yang mendapat giliran pertama selaku penyedia kambing etawa untuk memberikan keterangan setelah Majelis mempersilakan penuntut umum untuk bertanya.

Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangkalan, Angga Ferdian secara bergantian memeriksa saksi dengan sejumlah pertanyaan mulai dari awal pihak siapa yang menghubungi saksi hingga sampai terjadinya transaksi pengiriman kambing hingga pembayaran siapa yang paling berperan.

"Apa kapasitas saudara saksi dalam perkara ini sebagai apa,"tanyak, JPU Angga Ferdian pada saksi Edi Wahyudi, dan dijawab penjual kambing kepada pak Bupati Momon sama pak Syamsul.

Lebih jauh saksi Edi Wahyudi menerangkan bahwa, pada saat itu ada rombongan menaiki dua mobil mendatanginya setelah berbincang-bincang ternyata rombongan yang menaiki dua mobil tersebut adalah, Bupati Bangkalan periode 2013-2018, Much Makmun Ibnu Fuad atau yang akrap disapa (Ra Momon), Roby (orang kepercayaan Bupati) dan terdakwa Syamsul Arifin sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangkalan.

"Waktu itu yang menaiki mobil Alphart tiga orang, dua laki-laki satu perempuan dan yang mobil Pajero dua laki-laki salah satunya Roby,"jelas, saksi Edi Wahyudi dimuka persidangan.

Dalam persidangan saksi juga menyebutkan bahwa, sejak awal yang berperan aktif adalah Roby mulai dari penawaran hingga yang mengatur pembayaran bersama terdakwa atas perintah mantan Bupati Bangkalan, Ra Momon.

Usai persidangan JPU Angga Ferdian saat ditemui menyatakan, akan memanggil dan menghadirkan Ra Momon anak dari mantan Bupati Bangkalan dua periode Fuad Amin (alm) untuk menjadi saksi.

"Kami pasti akan memanggil mantan Bupati Bangkalan Ra Momon. Karena namanya tercantum dalam berkas,"pungkasnya.

Sekedar diketahui, kedua terdakwa di duga telah melakukan korupsi dana pengadaan Kambing Etawa tahun anggara 2017 Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Pengadaan Kambing Etawa tersebut merupakan program yang melekat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan pada tahun 2017. Program tersebut direalisasikan ke 273 Desa se Bangkalan dengan total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 9.213.750.000. Dan setiap desa dianggarkan sebesar Rp 33.750.000, dengan nilai rincian Rp 13.750.000 untuk pembelian empat Kambing Etawa betina termasuk didalamnya Rp 800 ribu biaya transport.

Namun, oleh terdakwa disalahgunakan dengan membuat dokumen palsu seolah-olah sudah lunas dan tidak ada pemotongan anggaran. Dalam perkara inipun pihak Kejaksaan Negeri Bangkalan telag memeriksa sekitar 220 saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Kambing Etawa senilai Rp 9.2 miliar lebih tersebut. (rief)

Posting Komentar