Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menggunakan rompi tahanan saat digelandang petugas. (Abdul Latif,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Usai ditetapkan sebagai tersangka Bupati Sidoarjo dua periode, Saiful Ilah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Rabu (8/1/2020) lalu. Lembaga anti rasuah juga menetapkan tiga pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sebagai tersangka. 

Tiga pejabat tersebut yaitu, Sunarti Setyaningsih alias Naning selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, dan Sumber Daya Air Pemkab Sidoarjo, Judi Tetrahastoto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, dan Sumber Daya Air Pemkab Sidoarjo, Sanadjihitu Sangadji selaku Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan yang baru dilantik jadi Kepala Dinas Kominfo Pemkab Sidoarjo. 

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama tiga pejabat yang telah ditetapkan tersangka disebut-sebut diduga telah menerima uang suap fee atas sejumlah mega proyek infrastruktur diwilayah Sidoarjo.

Hal tersebut diterangkan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata digedung KPK jalan Kuniangan Persada Jakarta hari Rabu (8/1).

"KPK menyimpulkan adanya dugaan tindakan pidana korupsi menerima hadiah terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, JawaTimur,"terang, Alexander Marwata.

Masih lanjut Alexander, pemberi suap fee itu dari pihak swasta yakni, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini pihak Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil mengamankan uang sebesar  Rp 1,813,300,000.

"KPK menetapkan enam orang tersangka,"tegasnya.

Alexander Marwata juga menambahkan, tersangka Sauful Ilah, Sunarti Setyaningsih alias Naning, Judi Tetrahastoto, Sanadjihitu Sangadji disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

"Pasal yang disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,"pungkasnya.

Sedangkan untuk tersangka Ibnu Gofur dan Totok Sumedi pasal yang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.  (al/rief)


Posting Komentar