Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat diamankan KPK. (Abdul Latif,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terjaringnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah pada hari Selasa (7/1/2020) malam oleh pejabat anti rasuah menjadi topik utama sejumlah media dibalantika nusantara ini. Pasalnya, Bupati Sidoarjo dua periode Saiful Ilah terjaring Operasi Tangkap Tangan bersama sejumlah bawahannya pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. 

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut mengamankan dari pihak swasta yang diduga bos kontraktor besar dan sejumlah uang ratusan juta.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata pada sejumlah media digedung KPK Jakarta hari Rabu (8/1/2020) dikutip dari RR.com saat menjelaskan penetapan setatus sebagai tersangka Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Alexander Marwanta menerangkan, penetapan Bupati dua periode itu sebagai tersangka terkait dugaan pemberian suap fee atas pengadaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain Saiful Ilah, pejabat anti rasuah juga menetapkan lima orang sebagai tersangka dari unsur pejabat Pemkab Sidoarjo yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
Sanadjihitu Sangadji selaku Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, dan dari unsur swasta yaitu, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi.

"Pada tahun 2019 dinas PU dan BMSDA Pemkab Sidoarjo melakukan beberapa proyek. Ibnu Gofur adalah salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan proyek-proyek tersebut,"jelas, Alexander Marwanta.

Alexander menyatakan, dua orang dari unsur swasta turut ditetapkan sebagai tersangka adalah Ibnu Gofur dan Totok Sumedi yang merupakan pihak pemberi suap kepada tersangka Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan beberapa kepala dinas Pemkab Sidoarjo yaitu, Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto dan 
Sanadjihitu Sangadji.

"Sekitar Juli 2019 Ibnu Gofur melapor ke Saiful Ilah bahwa ada proyek yang ia (Ibnu Gofur) inginkan, namun ada proses sanggahan dalam pengadaan sehingga ia bisa tidak dapat mendapatkan proyek tersebut,"terang, Alexander.

Selanjutnya, Ibnu Gofur meminta pada Saiful Ilah untuk tidak menanggapi sanggahan tersebut dan memenangkan pihaknya atas proyek jalan Candi - Prasung senilai Rp 21, 5 miliar itu. Selain itu, Ibnu Gofur juga memenangkan proyek-proyek besar lainnya yaitu, proyek pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, pembangunan Pasar Porong Rp 17,5 miliar dan proyek peningkatan Afv Karag Pucang  Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp 5,5 miliar.

"Setelah menerima termin pembayaran, Ibnu Gofur bersama Totok Sumedi diduga memberikan fee kepada pihak Pemkab Sidoarjo,"jelasnya.

Berikutnya, bos kontraktor besar tersebut membagi-bagikan fee kepada tersangka Saiful Ilah, Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto dan 
Sanadjihitu Sangadji.

"Penerimaan fee tersebut sudah terjadi sebelum OTT dilakukan kepada 
Sanadjihitu Sangadji selaku Kabag ULP sebesar Rp300 juta pada akhir September, sedangkan ke Saiful Ilah Rp 200 juta pada Oktober 2019,"ungkapnya.

Sementara, Judi Tetrahastoto menerima uang suap itu sebesar Rp 240 juta dan 
Sunarti Setyaningsih Rp 200 juta pada 3 Januari 2020.

"Pada 7 Januari 2020 Ibunu Gofur diduga kembali menyerahkan fee proyek kepada Saiful Ilah sebesar Rp 350 juta dalam tas ransel melalui Ajudan Bupati ke rumah dinas,"pungkas, Alexander.

Dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut total uang suap yang berhasil diamankan mencapai Rp 1,8 miliar. Hingga berita ini diturunkan pihak komisi anti rasuah masih terus melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang diamankan. (al/rief) 

Posting Komentar