Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : petugas KPK saat melakukan penggeledahan ruang kerja Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. (Abdul Latif,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Petugas anti rasuah kembali obok-obok ruang kerja Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah pada hari Sabtu (11/1/2020) penggeledahan ini sebagai tindak lanjut pengembangan atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Selasa (7/1/2020) lalu.

Dalam penggeledahan kali ini KPK berhasil mengamankan sejumlah uang pecahan rupiah sebesar Rp 1 miliar. Selain itu juga mengamankan sejumlah pecahan mata uang asing berupa USD 50 ribu dan SGD 64 ribu dari rumah dinas orang nomor satu dikota Delta itu.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara KPK, Ali Fikri pada media yang sejak pagi menunggu jalannya proses penggeledahan.

"KPK dalam giat penggeledahan dirumah Bupati di Pendapa penyidik menyita Rp 1 miliar dan uang dalam pecahan mata uang asing diantaranya USD 50 ribu, SGD 664 ribu, serta mata uang asing lainnya dolar Australia, Yen, Euro yang saat ini masih dalam perhitungan,"ucap, Ali Fikri pada media hari Sabtu (11/1/2020).

Usai melakukan penggeledahan dirumah dinas Saiful Ilah tim lembaga anti rasuah juga mengobok-obok ruang kerja Bupati Sidoarjo dan ruang Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), Sanadjihitu Sangadji. Dari ruangan ini penyidik KPK mengamankan dokumen yang terkait pengadaan proyek dilingkungan kota udang ini.

"Diruang kerja Bupati dan ULP penyidik mengamakan dokumen yang terkait pengadaan proyek di lingkungan Pemkab Sidoarjo,"terang, Ali Fikri.

Sebelumnya, tim penyidik KPK telah menggeledah sejumlah tempat dalam kasus suap Bupati Sidoarjo yaitu, dirumah Bupati Sidoarjo dijalan Yos Sudarso 6 No.1A, Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo, rumah di Desa Janti Dusun Balongan RT 017 RW 004 Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.

"Dalam penggelehan tersebut penyidik menyita dokumen yang diduga berevansi dengan perkara ini,"ujar, Ali Fikri.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah terjaring Opetasi Tangkap Tangan oleh KPK pada hari Selasa (7/1) malam bersama sejumlah bawahaanya di Pemkab Sidoarjo terkait dugaan menerima suap fee pengadaan proyek infrastruktur dan sudah ditetapkan tersangka. Selain Saiful Ilah dan tiga pejabat Pemkab Sidaorjo ada dua orang pihak swata juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yang dalam perkara ini diduga pihak pemberi uang suap.

Atas perbuatanya tersebut Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan tiga Pejabat Pemkab Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih alias Naning, Judi Tetrahastoto, Sanadjihitu Sangadji disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk tersangka Ibnu Gofur dan Totok Sumedi pasal yang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (al/rief) 




Posting Komentar