Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Pj Kepala Desa Larpak, Kecamatan Geger, Bangkalan Musdari saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Diduga ngemplang Dana Desa tahun anggaran 2016 Pj Kepala Desa (Kades) Larpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur diadili terkait melakukan tindakan pidana melawan hukum  korupsi Dana Desa (DD) hingga ditemukan kerugian keuangan negara senilai Rp 316 juta dari total nilai proyek sebesar Rp 1,5 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Pj Kades Larpak, Musdari diadili tidak sendiri melainkan berdua bersama Kholil selaku pelaksana proyek. Keduanya disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya dijalan raua Juanda Sidoarjo pada hari Selasa (21/1/2020).

Sidang yang diketuai oleh Eddy Soeprayitno selaku Hakim Ketua dengan agenda mendengarkan surat dakwaan atas terdakwa Pj Kades Larpak, Musdari dan Kholil.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa kedua terdakwa dengan pesal yang sama walau berkas terpisah (Splitsing). 

Terdakwa diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara, atas perbuatanya dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang  Tindak Pidana Korupsi.

"Dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang  Tindak Pidana Korupsi,"ucap, Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangkalan, Hendry dalam persidangan saat dikutip memojatim diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Masih lanjut Hendry, dalam kasus ini, pihaknya menindak lanjuti pelimpahan berkas dari Polres Bangkalan. Saat disinggung soal ada pihak lain yang terlibat Hendry menyatakan, nanti kita lihat fakta persidangan.

"Kita lihat fakta persidangan. Kalau ancamannya atas kedua terdakwa pasal 2 ancaman 20 tahun paling lama dan paling cepat 4 tahun sedangkan pasal 3 1 tahun,"pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Polres Bangkalan mendapatkan temuan adanya tindak pidana korupsi di Desa Larpak atas 7 proyek di 17 kegiatan dari anggaran yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2016 hingga menyeret kedua terdakwa menjadi pesakitan. (rief) 


Posting Komentar