Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tersangka Anita Wijaya. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Tersangka Anita Wijaya pelaku atas tindakan pidana dugaan penipuan terhadap korban Tho Ratna Listiyani selaku pelapor kini melakukan perlawanan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Perlawanan yang dilakukan berupa Pra Peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hal tersebut tercatat pada register perkara No. 51/Pid Pra/2019/PN.Sby. Pengadilan Negeri Surabaya melalui Relaas Panggilan Nomor No. 51/Pid Pra/2019/ PN.Sby tanggal 20 Desember 2019 yang ditandatangani oleh Suko Purnomo selaku Juru Sita PN Sby.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Anita Wijaya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Laporan Polisi Nomor : LPB/577/V/2018/UM/JATIM, tanggal 8 Mei 2018, surat perintah penyidikan nomor : SP.Sidik/790/VI/RES.1.11/2019/Ditreskrimum, tanggal 17 Juni 2019; dan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan nomor : B/1586/SP2HP-9/10/RES.1.11./2019/Ditreskrimum, tanggal 17 September 2019.

Pelapor yang dalam perkara ini sebagai korban, Tho Ratna Listiyani didampingi Hadi Pranoto SH. MH dan Donnie Gumilang SH. MH selaku Penasehat Hukum (PH) menyatakan, kasus ini bermula klain saya kenal dengan Evi Suteja karena ada hubungan waktu itu beli kendaraan. Selanjutnya klain saya dikenal ke tersangka Anita Wijaya oleh Evi Suteja yang mengaku sudah kenal cukup lama dengan tersangka.

"Oleh Evi Suteja dikenalkan ke klain saya dan mengatakan kalau Anita Wijaya ini jago mencari nasabah asuransi besar dan bisa dalam satu tahun mencapai lima miliar,"kata, Hadi Pranoto pada hari Rabu (25/12) saat dikutip memojatim.

Masih kata Hadi Pranoto, dugaan penipuan yang menimpa klainnya (Tho Ratna Listiyani) tersebut bermula dari peristiwa kejadian pada sekitar tanggal 3 Mei 2017 Pelapor Tho Ratna Listiyani berkenalan dengan Terlapor Anita Wijaya melalui atau diperkenalkan oleh Evi Sutedja (istri dari Agen Asuransi PT. Prudential Life Assurance bernama Daniel Amabel Handoyo), yang pada saat itu Anita Wijaya memperkenalkan dan mempresentasikan dirinya sebagai orang berpengalaman dan kapabel di bidang pemasaran dengan menunjukkan bukti berupa fotocopi data-based kinerjanya. 

Sehingga penampilan dan presentasi tersangka (Anita Wijaya) tersebut telah memikat, memukau dan meyakinkan Tho Ratna Listiyani, dimana Anita Wijaya menyatakan dirinya mampu untuk memenuhi target produksi mendapatkan nasabah asuransi sebesar Rp. 30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun terhitung mulai tahun 2017 sampai dengan akhir tahun 2023. 

Dalam perkenalan, penampilan dan presentasi dimaksud, Anita Wijaya  mengutarakan kepada Tho Ratna Listiyani bahwa Anita Wijaya mau keluar dari pekerjaannya di Bank HSBC.  Yang bersangkutan juga mengutarakan bahwa dirinya masih mempunyai tanggungan hutang di Bank HSBC, dan bermaksud menjadi agen asuransi bersama Tho Ratna Listiyani dengan kemampuan meraih target produksi mendapatkan nasabah asuransi sebesar Rp.30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun terhitung mulai tahun 2017 sampai dengan akhir tahun 2023,  Yakni setelah dengan terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban hutangnya di Bank HSBC tersebut.  

Dengan masih adanya kewajiban hutang Anita Wijaya pada Bank HSBC, dan sesuai dengan kesanggupan Anita Wijaya untuk dapat meraih target produksi mendapatkan nasabah asuransi sebesar Rp.30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun terhitung mulai tahun 2017 sampai dengan akhir tahun 2023.

"Maka, Anita Wijaya minta ditalangi di awal kerjanya untuk meraih target produksi mendapatkan nasabah asuransi yakni sejumlah uang sebagai bagian dari sukses fee Anita Wijaya, sebesar Rp.2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah),"terangnya.

Dikarenakan Tho Ratna Listiyani telah terpikat, terpukau dan yakin atas penampilan dan presentasi Anita Wijaya, dan penampilan serta presentasi tersebut  diperkuat oleh Evi Sutedja yang mengenalkan Anita Wijaya kepada Tho Ratna Listiyani, maka berikutnya Tho Ratna Listiyani memberikan sejumlah uang kepada Anita.

"Total mencapai dua setengah milyar rupiah,"ujar, Hadi Pranoto.  

Masih lanjut Hadi, setelah itu Anita Wijaya menghilang, kabur dan tidak pernah lagi datang ke kantor Tho Ratna Listiyani dan tidak pernah melakukan pekerjaan mencari nasabah asuransi. Sadar bahwa "data based" Anita Wijaya tidak benar dan diketahui bahwa Yang Bersangkutan dikeluarkan dari HSBC dikarenakan kedapatan sebagai double agent dengan FWD,  dan  Anita Wijaya menghilang, kabur dan tidak pernah lagi datang ke kantor Tho Ratna Listiyani dan tidak pernah melakukan pekerjaan mencari nasabah asuransi selama lebih dari satu tahun.

"Sehingga klain saya melaporkan Anita Wijaya ke Polda Jatim dengan dugaan penipuan,"tegasnya.

Selama proses penyelidikan dan penyidikan, Ditreskrimum Polda Jatim telah melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap para saksi dan telah minta keterangan ahli hukum pidana dan ahli hukum perdata serta alat-alat bukti surat-surat, selanjutnya dilakukan gelar perkara pada hari Kamis tanggal 19 September 2019 lalu di Ruang Pratisara Wirya Ditreskrimum Polda Jatim dengan kesimpulan menaikkan status terlapor  Anita Wijaya menjadi tersangka. (rief)

Posting Komentar