Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Ali Hendro Santoso saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa Ali Hendro Santoso kembali diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Jumat (6/12). Sidang agenda putusan tersebut digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya dengan I Wayan Sosiawan selaku Hakim Ketua.

Dalam persidangan Majelis Hakim membacakan putusanya menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama satu tahun empat bulan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan.

"Mengadili terdakwa Alu Hendro Santoso hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan denda Rp 50 juta bilamana tidak dibayar maka diganti 1 bulan kurungan,"ucap Hakim Ketua I Wayan Sosiawan dalam persidangan saat dikutip memojatim (6/12) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Usai menyampaikan amar putusannya Hakim Ketua I Wayan Sosiawan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berkordinasi dengan Penasehat Hukm (PH) nya, apakah menerima atau keberatan atas putusan tersebut dan memberikan waktu satu Minggu.

Sementara, Hadi Apri Handoko dan Frizty Linda Nuriza selaku Penasehat Hukum terdakwa saat dikonfirmasi ditemui usai persidangan menyatakan, kita masih pikir-pikir atas putusan tersebut. Alasannya, yang terjaring bukan Ali Hendro (klain) melainkan terdakwa sebelumnya yaitu, Kholik Wicaksono (sudah divonis). Tapi pada tuntutan Jaksa, justru Ali Hendro lebih berat dari terdakwa Kholik Wicaksono yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Vonis 1 tahun 4 bulan terlalu berat bagi Ali Hendro. Kita upaya hukum masih pikir-pikir. Tapi pada putusan ini kami hormati dan terimakasih lebih rendah dari tuntutan Jaksa,"tegas, Hadi Apri Handoko pada memojatim usai persidangan.

Untuk diketahui, kasus Pungutan Liar (Pungli) di Dinas ESDM Pemprov Jatim ini hasil pengembangan pihak penyidik Kejati Jatim dari terdakwa Kholik Wicaksono selaku Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Pemprov Jatim, Kholiq Wicaksono. Hasil penyidik akhirnya menjadikan terdakwa Ali Hendro Santoso sebagai Bendahara ESDM Pemprov Jatim. (rief) 

Posting Komentar