Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang penyerobotan dan pemalsuan akta lahan milik Puskopkar Jatim di Pengadilan Negeri Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang kasus penyerobotan dan pemalsuan akta lahan milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur semakin menemui titik terang. Pasalnya, sidang dengan agenda saksi dari masing-masing terdakwa itu menghadirkan 6  orang saksi yaitu, Jahja Arif (perantara Henry J Gunawan), Intan Adelia, Rizma Veronika Elizabeth Samosir (keduanya staf Notaris), Ahmad Zainuri, Pariadi (keduanya mantan karyawan PT Dian Fortuna Erisindo) dan Muntiasih (mantan staf Notaris Dya Nuswantari Ekapsari). 

Saat tiba keterangan saksi Jahja Arif selaku (perantara Henry J Gunawan). Hampir semua keterangan saksi Jahja arif dibantah oleh terdakwa bos PT Dian Fortuna Erisindo, Reny Susetyowardhani. Hal tersebut disampaikan dimuka persidangan yang diketuai Ahmad Peten Sili selaku Hakim Ketua.

Terdakwa Reny Susetyowardhani mengungkapkan, ada banyak bantahan yang mulia atas keterangan saksi (Jahja Arif).

"Yang pertama, yang dikatakan saksi (Jajah Arif) bahwa pada setiap pertemuan dengan Raja Sirait itu tidak benar. Saya disetiap pertemuan langsung dengan Pak Henry,"ucap, terdakwa Reny Susetyowardhani saat persidangan yang digelar diruang Utama Delta Kartika Pengadilan Negeri Sidoarjo hari Senin (23/12) saat dikutip memojatim.

Lebih jauh, terdakwa Reny Susetyowardhani juga membantah keterangan saksi yang menyatakan, bahwa terkait penjualan dan penawaran tanah adalah dengan Raja Sirait itu tidak benar. Reny mengaku, terkait penawaran dan semuanya dirinya berhubungan langsung dengan terdakwa Henry J Gunawan.

"Bukan Raja Sirait seperti apa yang disampaikan oleh saksi. Semua saya langsung berhubungan Henry, termasuk yang menentukan harga itu Henry J Gunawan. Baru setelah itu Raja Sirait diperintah oleh Henry untuk mengurusi,"ungkap, terdakwa Reny Susetyowardhani.

Sebelumnya pada sidang dakwaan, JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo mendakwa Henry Jocosity Gunawan dengan pasal berlapis, yakni pemalsuan surat, memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik serta di nyatakan melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang telah bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, di atas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.


"Terdakwa Henry J Gunawan didakwa telah melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP, serta pasal 385 ke -1 KUHP," kata, JPU Budhi Cahyono.

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan akta otentik itu dilakukan oleh lima orang tersangka. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. (rief)

Posting Komentar