Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc terdakwa Binti Rochma saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Jaringan Inspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin melebar. Bak bola panas sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (3/12) bergulir melebar ke proyek paving yang diduga juga berasal dari anggaran APBD tahun 2014-2019.

Bukan hanya proyek paving saja yang disebut-sebut dalam persidangan. Namun, saksi juga sebut ada jatah proyek Sarana dan Prasaran (Sarpras) terhadap terdakwa Binti Rochma mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019.

"Bu Binti dan suaminya ke kantor pak Agus Setiawan Tjong (terdawa sudah divonis). Terus saya dipanggil pak Agus. Pak Agus diminta membantu proyek jasmasnya bu Binti," terang, saksi Dea Winni dihadapan Majelis Hakim Ketua, Hisbullah Idris dalam persidangan hari Selasa (3/12) saat dikutip memojatim.

Mendapat keterangan itu, Hakim Ketua Hisbullah Idris langsung menanggapi keterangan saksi dan bertanya, apa saja proyek Jasmas tersebut? Lantas saksi, Dea Winni menyatakan, "Proyek paving di Surabaya,"kata, saksi.

Dari keterangan saksi, oleh Majelis Hakim digalih lebih dalam sehingga saksi menyebutkan, bahwa selain proyek paving juga ada jatah proyek Sarana dan Prasarana (Sarpras).

"Awalnya pak Agus kontraktor developer. Sedangkan saya bagian lapangan. Bu Binti ada proyek paving di dinas PU. Terus saya koordinasi dengan bu Binti. Terus yang kedua ada juga jatah Sarpras," ungkap, saksi Dea Winnie dalam persidangan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program Jasmas. Total sudah ada tujuh orang yang diduga terlibat.

Satu orang merupakan pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong sudah divonis dan saat ini sedang mengajukan banding.

Sedangkan enam lainnya terdiri dari anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta lima mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Sugito, Syaiful Aidy, Dini Rijanti Darmawan (Aden) dan Binti Rochma.

Saat ini Darmawan, Sugito dan Binti Rochma berstatus terdakwa yang sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan tiga lainnya yakni, Syaiful Aidy, Dini Rijanti dan Ratih Retnowati masih berstatus tersangka dan meringkuk di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Dalam perkara ini, Agus Setiawan Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan Terop, Kursi, Meja, dan Sound System di 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Sedangkan dalam program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (rief)

Posting Komentar