Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Dirut PT Rasa Sayang Inti, Ivan Kuncoro saat diadili di PN Surabaya. (Abdul Latif,memojatim)

Surabaya-Memo. Dugaan pelanggaran tindak pidana perkara Hak Kekayaan Intilektual (HAKI) yang menyeret bos tempat hiburan malam rumah karaoke Rasa Sayang, Ivan Kuncoro mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dirut PT Rasa Sayang Inti, Ivan Kuncoro diadili karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) lantaran diduga tidak membayar royalti atas pemutaran lagu-lagu yang dikomersilkan di tempat usahanya kepada Lembaga Managemen Kolektif Nasional (LMKN).

Ivan Kuncoro menjalani sidang pertamanya dengan agenda sidang dakwaan diruang Garuda I Pengadilan Negeri Surabaya dengan didampingi Adnan Fanany selaku Penasehat Hukum (PH) nya. 

Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Novan A Arianto menyebutkan, kasus pelanggaran HAKI terjadi sejak tahun 2016. Selain tidak membayar royalti ke LMKN, terdakwa juga diduga telah melakukan praktik penggandaan lagu. 

"Yakni memperbanyak lagu ciptaan dari satu server ke server lain di beberapa ruang karaoke,"kata, JPU Novan A Arianto dihadapan Majelis Hakim Ketua Mashuri Effendi pada hari Rabu (11/12) dikutip memojatim.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 117 ayat (2) jo pasal 24 ayat (2) huruf d UU RI No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta,"tegasnya.

Usai JPU membacakan surat dakwaan, terdakwa Ivan Kuncoro melalui Penasehat Hukumnya menyampaikan, akan mengajukan esepsi dalam persidangan berikutnya. 

Selain itu, terdakwa juga mengajukan permohonan penangguhan tahanan menjadi tahanan kota (rumah) dengan jaminan istri dan ibu kandung terdakwa. Namun, belum dikabulkan lantaran masih dilakukan musyawarah oleh majelis hakim.

"Kami akan musyawarahkan dulu dengan majelis,"pungkas, Hakim Ketua Mashuri Effendi sambil menutup persidangan.

Sebelumnya, Kasus pelanggaran HAKI ini dilaporkan oleh LMKN ke Polda Jatim. Selain menetapkan Ivan Kuncoro sebagai tersangka, Polisi juga menyita barang bukti dalam perkara ini, diantaranya, server rumah karaoke, layar monitor, sound system, metadata lagu-lagu dalam daftar putar yang belum berijin.

Dalam perkara ini, tim penyidik Polda juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya server rumah karaoke, layar monitor, sound system, metadata lagu-lagu dalam daftar putar yang belum berijin.

Saat gelar kasus ini, Polda Jatim juga menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya Anang Hermansyah, vokalis Dmasiv Band, Rian Ekky, dan Adi Adrian, personel KLa Project yang juga komisioner LMKN. (al/rif)

Posting Komentar