Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tiga terdakwa mantan anggota DPRD Surabaya saat jalani sidang pertamanya di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terseret kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tiga mantan anggota DPRD Surabaya pada hari Selasa (10/12) mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Tiga terdakwa eks anggota DPRD Surabaya harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya tersebut yaitu, Syaiful Aidy, Dini Rijanti dan Ratih Retnowati. Ketiganya diadili karena dinilai oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016 dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 5 miliar.

Dipersidangan Jaksa Penutut Umum, Mohamad Fadil membacakan surat dakwaan tiga terdakwa secara bergantian (terpisah), walau ketiganya disidang bersamaan serta didakwa dengan pasal berlapis sebagaimana yang tertuang didalam surat dakwaan primer dan subsider.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," ucap, JPU Mohamad Fadil dihadapan Majelis Hakim Ketua Hisbullah Idris diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya dikutip memojatim.

Sementara, didalam dakwaan subsidernya tiga terdakwa diancam sama dengan rekannya yang juga terdakwa dalam perkara ini yaitu, Darmawan (Aden), Sugito, Binti Rochma sudah proses sidang.

"Terdakwa didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,"tegas, Mohamad Fadil.

Seperti yang telah diberitakan memojatim sebelumnya, dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak mengungkap perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program Jasmas. Total sudah ada tujuh orang yang diduga terlibat.

Satu orang merupakan pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong sudah divonis dan saat ini sedang mengajukan banding.

Sedangkan enam lainnya terdiri dari anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta lima mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Sugito, Syaiful Aidy, Dini Rijanti Darmawan (Aden) dan Binti Rochma.

Saat ini Darmawan, Sugito dan Binti Rochma berstatus terdakwa yang sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan tiga lainnya yakni, Syaiful Aidy, Dini Rijanti dan Ratih Retnowati.

Dalam perkara ini, Agus Setiawan Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan Terop, Kursi, Meja, dan Sound System di 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Sedangkan dalam program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (rief)

Posting Komentar