Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaku saat dievaluasi dikamar mayat RS dr Soetomo Surabaya. (Abdul Latif,memojatim)

Surabaya-Memo. Polrestabes Surabaya berhasil ungkap pengiriman 7 kg narkoba jenis sabu hari Minggu (1/12). Selain berhasil menggagalkan pengiriman barang haram tersebut Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya juga melumpuhkan dua pelaku yakni, DS (25) asal warga Sidoarjo dan TG (25) asal warga Malang Jawa Timur.

Dengan mengambil tindakan tegas dan terukur. Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian menjelaskan, penangkapan berhasil dilakukan setelah petugas membuntuti keduanya usai mengambil sabu dari Sumatera.

"Kedua tersangka ini merupakan bandar pemesan narkoba 7 kg yang melibatkan kurir asal Aceh," ungkap, Kasat Reskoba Kompol Memo saat dikutip memojatim.

Sebelumnya, pelaku sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), dua bandar sabu ini termasuk jaringan Malaysia yang kini ditembak mati oleh Unit III Satreskoba Polrestabes Surabaya, Minggu (1/12). Keduanya merupakan bandar narkoba pemesan 7 kg sabu yang melibatkan 3 kurir warga Nangro Aceh Darussalam yang dibekuk sebelumnya.

Petugas Unit 3 dipimpin langsung AKP Eko Julianto yang melakukan pengembangan penyelidikan mendapat info, tersangka menuju Sumatera untuk melakukan transaksi. Polisi langsung membayangi kedua tersangka dan berhasil melakukan penyergapan dengan barang bukti sabu 2 kg yang berhasil diamankan.

"Keduanya kami amankan bersama barang bukti sabu 2 kg, yang dimasukkan ke dalam kemasan teh bertulisan China, seperti barang bukti sebelumnya," terang, Kompol Memo.

Saat perjalanan ke Mapolrestabes Surabaya dari Bandara Juanda, di kawasan Sukomanunggal, salah satu tersangka mengaku kebelet buang air kecil.

"Tersangka yang buang air kecil, mendorong anggota kami yang melakukan pengawalan dan berteriak pada rekannya untuk melarikan diri." jelas, Kompol Memo.

Mendengar teriakan rekannya, tersangka yang di dalam mobil melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Tembakan peringatan dari petugas tak digubris, bahkan ada upaya penyerangan dari keduanya.

"Karena berusaha melawan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan, dengan sangat terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur," tegas, Kompol Memo.

Terjangan timah panas yang tepat bersarang di dada membuat kedua bandar sabu ini tersungkur. Saat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan, kedua tersangka menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan saat menuju RS dr Soetomo. (al/rief)

Posting Komentar