Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : bukti-bukti tranfer dan surat laporan polisi. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Notaris Eka Suci Rudianingrum yang bertempat di Kepuh Permai Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dilaporkan Polresta Sidoarjo atas dugaan penipuan dan penggelapan. Hal tersebut dilakukan oleh Direktur PT Sabrina Laksana Abadi, Achmad Miftach Kurniawan sebagai pelapor korban yang dirugikan dalam perkara ini.

Pria yang akrap disapa H. Wawan
Direktur PT Sabrina Laksana Abadi terpaksa melaporkan Notaris, Eka Suci Rusdianingrum atas dugaan penipuan dan penggelapan ke Polresta Sidoarjo dengan surat laporan nomor : STTP/230/XI/2019/JATIM/RESTA SDA. 

Korban melaporkan perkara ini atas kuasa pengurusan perizinan ke Notaris Eka Suci Rusdianingrum untuk perumahan milik PT Sabrina Laksana Abadi sampai kini belum ada kejelasan, padahal korban sudah mengeluarkan uang ratusan juta pada terlapor.

"Saya sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 875 juta. Uang itu saya serahkan ke Notaris Eka secara tunai dan transfer. Penyerahan itu ada catatannya. Bukti setoran tunai betmaterai juga saya pegang," ungkap, Direktur PT Sabrina Laksana Abadi, Wawan saat dikutip memojatim hari Minggu (01/12).

Masih kata Wawan menambahkan, uang untuk pengurusan perizinan itu ia serahkan tercatat sejak Tahun 2018 hingga 2019 total Rp 875 juta. Namun, sampai kini pengurusan perizinan Notaris Eka Rusdianingrum tidak ada satu izin pun yang diselesaikan alias zonk. 

"Padahal, semua berkas untuk keperluan pengurusan perizinan sudah diserahkan ke Notaris Eka. Tapi belum satu perizinan yang sudah diselesaikan," terangnya.

Selain itu lanjut Wawan, dirinya diminta untuk membayar uang sebesar Rp 3,5 miliar untuk pengurusan perizinan oleh Notaris Eka Suci Rusdianingrum atas lahan seluas 21 hektar yang kini sudah terkuasai 5 hektar.

"Saya ada bukti asli uang yang saya serahkan dan transfer ke Notaris Eka Suci Rusdianingrum. Yang saya tidak habis pikir, menuduh saya melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," kata, Wawan.

Meski perkara ini sudah masuk ke rana hukum. Wawan mengaku siap dan bersedia untuk tidak melanjutkan laporannya bilamana ada itikad baik dari yang bersangkutan.

"Kalau dia (Eka) bersedia mengembalikan berkas-berkasnya, saya cabut laporan di Polresta Sidoarjo. Saya tidak mempermasalahkan uang Rp 875 juta yang sudah diberikan ke Eka. Nanti biar saya uruskan ke orang lain soal perizinan perumahaan saya itu," imbuhnya.

Wawan juga menyampaikan, berharap para user (pembeli perumahan) tidak terprovokasi oleh Notaris Eka Suci Rusdianingrum yang ingin mengeruk keuntungan atas dirinya dengan cara mengadu domba antara user melalui fitnah.

"Saya minta kepada seluruh user agar tidak terprovokasi. Karena seluruh aset kami sudah lunas tidak ada sengketa dengan pihak petani maupun pihak lainnya. Saya sangat heran dengan mempublikasikan rekening-rekening bank milik PT Sabrina saldonya kosong (menguap). Padahal soal rekening bank, sesuai UU Perbankan, itu menjadi rahasia pemilik rekening dan pihak bank," pungkasnya.

Sampai berita ini dibuat, dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang ratusan juta ini masih dalam penanganan Polresta Sidoarjo. (rief)

Posting Komentar