Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Sidang putusan kasus perkara pembangunan gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo memutuskan sesuai, sama (Comform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. Sidang dengan agenda putusan tersebut digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya tanpa dihadiri terdakwa Karyono (In absentia) atau upaya pengadilan mengadili seseorang dan menghukumnya tanpa dihadiri terdakwa pada hari Jumat (15/11). 

I Wayan Sosiawan selaku Hakim Ketua memutuskan Comform dengan tuntutan JPU, sehingga proses persidangan berjalan sangat singkat tidak sampai 15 menit sidang sudah selesai.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Mojokerto, Putu Agus dan Gede Indra dalam tuntutannya pada sidang tuntutan menyebutkan, terdakwa Karyono secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana pada Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Menuntut hukuman badan pada  terdakwa Karyono 5 tahun penjara denda Rp 300 juta subsidair 5 bulan kurungan, serta Uang Pengganti sebesar Rp 70.730.556,48 subsidair 2 tahun 6 bulan penjara dan membayar biaya perkara Rp 10.000 ribu rupiah," ucap, Jaksa Penuntut Umum, Putu Agus saat dikutip memojatim.

Sekedar deketahui, terdakwa Karyono sebagai Direktur CV Karya Mulia kabur dan tidak diketahui keberdaannya saat ditetapkannya sebagai tersangka oleh Kejari Kota Mojokerto dan ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Terdakwa Karyono dinilai paling bertanggung jawab atas pembangunan gedung Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dengan nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 miliar anggaran APBD tahun 2014. (rief)

Posting Komentar