Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : empat pelaku saat dikeler di Mapolresta Sidoarjo. (Khoirul,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo berhasil membekuk kawanan Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang selama ini meresahkan diwilayah hukum Polresta Sidoarjo. Kawanan curas ini berjumlah
empat pelaku asal warga Ploso Sari, Kecamatan Grati, Pasuruan yang kerap beraksi di Sidoarjo. Pelaku berhasil dilumpuhkan petugas dengan timah panas dengan tindakan yang terukur.

Keempat pelaku tersebut yakni, Mukhlis (34), Kriswanto (19), Muhammad Taufik (21) warga Desa Ploso Sari, Kecamatan Grati, Pasuruan dan Budi Prasetyo (40) warga Desa Gondang, Kecamatan Grati, Pasuruan.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho saat menggelar konfrensi pers mengatakan, penangkapan keempat pelaku itu bermula dari banyaknya laporan dari masyarakat. 

"Langsung kami lakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV, kami temukan petunjuk," terang, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dilapangan Mapolresta hari Sabtu (16/11) saat dikutip memojatim.

Nah setelah itu, petugas mendapati keempat tersangka tersebut, dibuntutilah mereka. Ternyata, mereka hendak beraksi lagi didaerah Kraton, Pasuruan. "Mau motong gembok, kita turun dan langsung kami sergap," ucapnya.

Masih kata Kapolresta, saat penyergapan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak para pelaku lantaran para tersangka hendak melakukan perlawanan dengan melempar bondet. 

"Karena membahayakan petugas, kami lakukan tindakan tegas dan terukur,"ungkapnya.

Kawanan pelaku ini saat beraksi, lanjut Zain, bermobil  dan membawa bom ikan (bondet) untuk digunakan apabila aksinya dipergoki warga. 

"Sangat meresahkan. Apabila aksinya dipergoki, mereka melemparkan bondet,"jelas, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Modus keempat tersangka ini, seperti pencurian pada umumnya. Mereka menggambar dahulu lokasi yang menjadi target, kemudian malam harinya mereka beraksi. "Satu tempat bisa dua kendaraan mereka ambil," katanya.

Hasil curiannya, mereka jual kepada Udin yang merupakan warga Pasuruan. Ketika kami lakukan penangkapan, Udin tidak ada ditempat. 

"Saat kami geledah, kami temukan bondet dan amunisi. Dimungkinkan yang bersangkutan ini memiliki senjata api,"ujarnya.

Selain itu Kapolreta Sidoarjo menegaskan, kepada Udin agar segerah menyerahkan diri, karena petugas sudah dikerahkan untuk mencari keberadaannya. 

"Cepat atau lambat akan bisa kami tangkap. Apabila saat dilakukan penangkapan nanti membahayakan, akan kita lakukan hal yang sama yakni tindakan tegas dan terukur," pungkasnya. (kr/rief)

Posting Komentar