Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa Jupri Riyadi dan Achmad Rojiun saat menjalani persidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni, eks Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Saspras, Achmad Rojiun kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya hari Jumat (15/11). Keduanya diduga kuat turut bertanggung jawab atas perkara ambruknya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang Kabupaten Sampang hingga menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp 134 juta yang dikucurkan dari anggara APBD tahun anggaran 2016.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menghadirkan dua saksi yaitu Didi Hariyadi dan Sofyan keduanya adalaha sebagai kunsultan dalam perkara ini dan berstatus terdakwa berkas terpisah (splitshing).

Kedua saksi ditanyai seputaran proses berjalannya pembangunan gedung RKB SMP Negeri 2 Ketapang oleh Jaksa Penuntut Umum, Munawir dalam persidangan, kenapa saudara menyatakan pekerjaan itu sudah kuat. Sedangkan dilapangan tidak? Lantas dijawab oleh saksi Didik Hariyadi, saya menandatangani sesuai pengeqtuhuan dan pengeliatan saya saja dan menganggap sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Ternyata bangunan itu roboh. Selanjutnya saksi juga ditanya jumlah anggaran yang dicairkan.

"Setahu saya dana cair sebesar Rp 1.34.800 dari fasilitas umum (fasum) dinas pendidikan,"ucap saksi Didi Hariyadi.

Dari semua keterangan saksi dalam persidangan mengarah semakin kuat keterlibatan dua terdakwa Jupri Riyadi dan Ahcmad Rojiun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dan 
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam perkara korupsi  proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (rief)


Posting Komentar