Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa eks Kepala Dindik Pemkab Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Saspras, Rojiun saat disidangkan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang korupsi Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang yang menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi beserta Kasi Sarana dan Prasarana (Saspras), Rojiun kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Jumat (8/11).

Pasalnya, kedua terdakwa mantan Kadisdik, Jupri Riyadi dan terdakwa Kasi Saspras, Rojiun terlibat dalam perkara ini menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sehingga dinilai turut ikut bertanggung jawab atas kerugian keuangan negara sebesar Rp 134 juta.

Sidang dengan agenda meminta keterangan saksi itu, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Moch Hasan menghadirkan tiga saksi yang juga sebagai terdakwa dalam perkara ini yaitu, Abdul Aziz (sudah divonis), Noriman (terdakwa) dan Mastur Kiranda (terdakwa) masing-masing berkas terpisah (splitsing).

Didalam persidangan, dihadapan Majelis Hakim I Wayan Sosiawan selaku Hakim Ketua dan Bagus handoko, Emma Elyani sebagai Hakim Anggota, saksi Mastur Kiranda (terdakwa) mengungkapkan bahwa, pernah menjadi tim sukses (timses) Bupati Sampang Fannan Hasib (alm) pada tahun 2017 silam.

"Betul, saya jadi timses Bupati Sampang KH Fannan Hasib,"kata, saksi Mastur Kiranda saat dikutip memojatim hari Jumat (8/11) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Selain itu masih lanjut saksi Mastur Kiranda, dirinya mengetahui bahwa telah mendapatkan pekerjaan proyek tersebut setelah menerima pemberitahuan melalui jaringan WhatsApp miliknya dari Dinas Pendidikan.

"Administrasinya saya serahkan ke Pak Rojiun diruangannya,"ujar, saksi Mastur Kiranda.

Lebih jauh Mastur Kiranda mengungkapkan, setelah menemui terdakwa Rojiun dan menyerahkan persyaratan CV Amor Palala. Selanjutnya, Saksi Mastur menghadap terdakwa Jupri Riyadi untuk menanyakan apakah benar dirinya (Mastur) mendapatkan proyek.

"Betul pak Mastur mendapat proyek di SMP Negeri 2 Ketapang,"terang, saksi Mastur Kiranda menirukan ucapan terdakwa Jupri Riyadi saat itu.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam perkara korupsi  proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (rief)

Posting Komentar