Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa saat mendengarkan putusan Hakim di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa mantan Dirut PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto, Trisno Nur Palupi dan Direktur PT 
Chirstmalis Arta Surabaya, Maju Sitorus divonis 6 tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim pada hari Jumat (8/11) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim tersebut dibaca secara bergantian oleh I Wayan Sosiawan selaku Hakim Ketua dan dua Hakim Anggota yakni, Bagus Handoko dan Emma Elyani, dalam dakwaan menyebutkan, kedua terdakwa telah secarah sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Pasal 2 ayat (1) tentang Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

"Menghukum terdakwa Trisno Nur Palupi pidana selama 6 tahun denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan serta membayar biaya perkara Rp 5 ribu rupiah,"ucap, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan dalam persidangan dikutip memojatim.

Sementara untuk terdakwa Maju Sitorus, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan mengatakan, "Terdakwa Maju Sitorus terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) dan menghukum pidana selama 6 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan serta diwajibkan membayar uang pengganti  Rp 913 juta apabila tidak dibayar maka subsider 3 tahun kurungan,"tegas, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan.

Usai membacakan putusannya Hakim Ketua I Wayan Sosiawan memberikan kesempatan pada dua terdakwa untuk konsultasi kepada tim Penasehat Hukum (PH) nya. 

"Saya pikir-pikir yang mulia,"kata terdakwa Trisno Nur Palupi. Sedangkan terdakwa Maju Sitorus langsung menanggapi hasil putusan dengan mengatakan banding, dan yang terakhir Jaksa juga mengatakan pikir-pikir.

Putusan Hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto yang sebelumnya menuntut dua terdakwa dengan pidana 7 tahun kurungan penjara.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, perkara korupsi PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto pihak Kejari Kota Mojokerto  menilai ada tiga modus yang dilakukan oleh kedua terdakwa saat melakukan praktik korupsi terhadapan pengelolaan keuangan PDAM.

Modus pertama pernyertaan modal Pemkot untuk PDAM tahun 2013-2015 tidak sesuai dengan peruntukannya. Selanjutnya yang kedua dana kas PDAM tahun anggaran 2013-2017 digunakan tanpa persetujuan Walikota Mojokerto dan Dewan Pengawas, ketiga melakukan pembelian bahan kimia untuk PDAM Maja Tirta tanpa melalui proses pengadaan atau lelang sehingga ada dugaan mark up anggaran yang mengakibat adanya kerugian negara senilai Rp 1 miliar.(rief)

Posting Komentar