Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Mantri Unit BRI Cabang Mantup Lamongan, Arief Tyarachman saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa Arief Tyarachman hanya bisa tertunduk saat mendengarkan surat tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lamongan, Heri Pamungkas. Pasalnya, dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa menerangkan bahwa, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan cara mengajukan kredit fiktif yang dilakukan pada kurun tahun 2018 sampai 2019.

Terdakwa Arief Tyarachman yang saat itu sebagai mantri sejak 2016 sampai 2018 memahami mekanisme proses kredit itu dan mengajukan kredit fiktif dengan menggunakan data nasabah dari berkas kredit Upedes yang telah lunas atau permohonan yang ditolak.

Data tersebut dientri oleh terdakwa ke aplikasi internal BRI untuk di proses dan diputus sendiri oleh terdakwa melalui aplikasi. Tindak pidana itu dilakukan tanpa sepengetahuan nasabah dikarenakan hanya terdakwa ini yang mengetahui Paswordnya saat terdakwa diserahi user ID karena pernah di tunjuk sebagai Ka Unit BRI Cabang Mantup, Lamongan.

Mengajukan tuntutan pada Majelis Hakim selaku pemeriksa dan yang mengadili dalam perkara ini. Menuntut terdakwa hukuman pidana selama 6 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar (satu miliar lima ratus enam puluh lima juta) bila tidak dibayar maka di ganti pidana badan 3 tahun.

"Menuntut terdakwa hukuman pidana selama 6 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,"ucap, JPU Heri Pamungkas dalam persidangan saat dikutip memojatim.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa  mengenakan Pasal 2 junto Pasal 64 Undang-Undang  Nomor 31 Tahun 1999, Pasal 3 junto Pasal 64 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.5 miliar lebih.

Dihadapan penyidik terdakwa mengaku, 
uang hasil kredit fiktif ini semuanya dipergunakan oleh terdakwa untuk transaksi judi online yaitu judi Forex dan bitcoin secara online. (rief)

Posting Komentar