Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan Ketua PSSI Cabang Kota Pasuruan, Edy Hari Respati saat menjalani persidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Ngemplang uang dana hibah mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Kota Pasuruan, Edy Hari Respati  menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan Juanda Sidoarjo pada hari Kamis (14/11) yang di gelar diruang Cakra.

Terdakwa Edy Hari Respati (59th) pria tamatan SMA ini diadili karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah semasa menjabat menjadi Ketua PSSI Cabang Kota Pasuruan periode tahun 2015-2019 sebesar Rp 3.883.480.409, (tiga miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu empat ratus sembilan rupiah) yang digunakan untuk kepentingan terdakwa sendiri atau orang lain dan tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh terdakwa.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dibacakan secara bergantian oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan, Sumarno, Widodo dan Putri. Dalam surat dakwaannya menyebutkan bahwa, terdakwa Edy Hari Respati berdasarkan petikan Surat Keputusan Walikota Pasuruan Nomor : 821.27/03/423.202/SK/2012 tentang pengangkatan dalam jabatan, tertanggal 22 Oktober 2012 serta selaku Ketua PSSI Pengurus Cabang Kota Pasuruan, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur  Nomor : SKEP/007/Pengprov-Jatim/II/2011 tanggal 2 Pebruari 2011. Bahwa perbuatan terdakwa Edy Hari Respati telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 3.883.480.409, (tiga miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu empat ratus sembilan rupiah) sebagaimana laporan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur Nomor : SR- 830/PW13/5/2018 tanggal 24 Oktober 2018.

"Perbuatan terdakwa sebagaiamana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana  korupsi, jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,"ucap, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan hari Kamis (14/11) saat dikutip memojatim.

Lebih jauh dalam surat dakwaannya Jaksa Penuntut Umum juga menyatakan,
"Bahwa terdakwa Edy Hari Respati selaku Ketua PSSI Pengurus Cabang Kota Pasuruan telah melakukan perbuatan yang ada hubunganya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,"pungkasnya.

Sementara, Sudiono selaku tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa saat dikonfirmasi tanggapan atas dakwaan tersebut menyatakan, keberatan kami mempertanyakan karena klain saya selaku penerima dana hibah. Namun, yang memberi dana hibah yakni, KONI Kota Pasuruan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) Kota Pasuruan selaku yang menyerahkan dana hibah tidak diperiksa sama sekali.

"Mempertanyakan kenapa pemberi dana hibah tidak diperiksa sama sekali. Ini kan bertahap sampai lima kali, begitu tahap pertama ada persoalan seharusnya tidak bisa dicairkan pada tahap kedua,"ungkap, Sudiono Penasehat Hukum terdakwa Edy Hari Respati pada memojatim usai persidangan.

Namun, Sudiono tidak memungkiri bahwa klainnya menerima bahwa telah menerima dana hibah tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam surat dakwaan.

Perlu diketahui, perkara korupsi dana hiba di PSSI Cabang Kota Pasuruan yang dikucurkan dari Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pasuruan tahun 2015 sebesar Rp 4.99 miliar ini bermula dari berhasil diungkapnya oleh penyidik Direskrimsus Polda Jatim.

Terdakwa dalam melakukan aksinya melakukan beberapa modus operandi yaitu dengan membuat propsal fiktif dari 8 proposal sejumlah kegiatan sebagai berikut, Pembinaan Usia Remaja/Liga Remaja, Porprov Jatim 2015, Kompetisi U-12 Antar Kelurahan se- Kota Pasuruan, Kegiatan Tahunan Askot PSSI Pasuruan, Pembinaan Tim Futsal Kota Pasuruan, Kopetisi Piala Kemerdekaan Antar Club Internal 2015 dan Kompetisi Internal U- 17. Dari 8 kegiatan yang direalisasikan hanya 3 kegiatan, sedangkan 5 kegiatan diketahui fiktif. (rief)

Posting Komentar