Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi A anggota DPRD Sidoarjo di Restoran Handayani KNV. (Khoirul,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Diduga melanggar aturan Restoran Handayani KNV Sidoarjo di Inspeksi Mendadak (Sidak) anggota DPRD Sidoarjo pada hari Senin (25/11) malam. Pasalnya, Restoran Handayani yang bertempat di Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV) Sidoarjo itu diduga telah menyalai aturan dengan mengoprasikan rumah makan dan juga menyidiakan minuman-minuman berakohol.

Ironisnya, praktek menyidiakan minuman-minuman keras itu lepas dari pantauan petugas seperti Satpol PP selaku petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) dan kepolisian. Malah pelanggaran jual minuman berakohol ini diungkap oleh Komisi A DPRD Sidoarjo.

Dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Widiyantoro Basuki saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp nya tentang lemahnya pantauan terkait peredaran Minuman Berakohol (Minhol) diwilayahnya, Widiyantoro Basuki enggan menjawab pada hari Kamis (28/11).

Sebelumnya, Komisi A DPRD Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di  Restoran Handayani Perumahan Kahuripan Nirvana Village (KNV) Senin malam (25/11/2019). Karena diduga menyediakan tempat hiburan malam atau diskotik.

Hal itu dikatakan Mochammad Sochib anggota komisi A DPRD Sidoarjo, restoran Handayani disarankan untuk ditutup. Karena kedapatan restoran tersebut tidak hanya sebagai tempat rumah makan, malainkan dalam prakteknya juga jualan minuman beralkohol tipe A dan ada semacam diskotik.

"Lalu ditempat itu ada joget disco, kemungkinan besar ada kegiatan semacam bar. Berarti menyalahi aturan," ujarnya.

Masih kata Mochammad Sochib,
meskipun demikian di dalam restoran Handayani memang memiliki izin rumah makan dan begitu juga punya izin penjualan minuman beralkohol tipe A. Tetapi yang disayangkan adalah menyediakan tempat hiburan joget disco atau hiburan malam.

"Komisi A menyarankan untuk ditutup restoran Handayani. Pada saat sidakpun langsung minta ditutup," tegasnya.

Menurutnya, komisi A DPRD Sidoarjo mengetahui adanya praktik hiburan malam itu. Hal itu diketahui dengan adanya laporan dari masyarakat setempat jika rumah makan Handayani KNV disinyalir sebagai tempat hiburan malam.

"Pada tanggal 16 November ada laporan ke komisi, lalu kita tindaklanjuti melakukan sidak,"ungkap, Mochammad Sochib pada media.

Adanya restoran Handayani jualan minuman beralkohol saat dilakukan sidak. Pengelola usaha restoran Handayani sempat mengelak dengan menunjukkan surat izin. Tapi yang ditunjukkan surat izin tersebut surat izin rumah makan.

"Ada izin, begitu surat izin ditujukan pada kami, surat izin rumah makan, kami sudah minta ke satpol PP untuk diawasi, restoran Handayani,"pungkasnya. (kr/rif)


Posting Komentar