Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dan Ketua Dekopin Wilayah Jatim, Tri Harsono saat hadiri raker Dekopinwil di Suites Hotel Surabaya. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2019 di Suites Hotel Surabaya pada hari Rabu (6/11) dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dan Ketua Dekopin Wilayah Jawa Timur, Tri Harsono, Ketua PK3G Kabupaten Gresik, Adityo Wibisino, Suharyono Sulkhan serta segenap jajaran pengurus Dekopin Daerah wilayah se Jawa Timur.

Pelaksanaan acara rapat kerja Dekopin Wilayah Provinsi Jawa Timur 2019 ini diwarnai dengan penandatanganan kesepakatan atau MoU antara Dekopin Wilayah Jawa Timur dengan Koperasi Keluarga Besar Karyawan Petro Kimia Gresik (KP3G) tentang pengembangan usaha koperasi di sektor pertanian mulai hulu sampai hilir. Selain itu juga bertujuan pengembangan usaha koperasi. 

Dalam sambutanya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi JawaTimur, Mas Purnomo menyatakan, di era digital yang menjadi fokus yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) cerdas dan akuntabel guna meningkatkan ekonomi kerakyatan.

"Dijawa timur saat ini mempunyai 34.043 ribu unit koperasi. Sedangkan yang masih non aktif sekitar 20 persen, saat ini kami berkonsentrasi untuk meningkatkan SDM  yang unggul dan berkualitas,"ucap, Kepala Dinaa Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dikutip memojatim hari Rabu (6/11) di Suites Hotel Surabaya.

Mas Purnomo Hadi juga menambahkan, hal ini dilakukan agar koperasi di jawa timur bisa berkembang baik jika dibandingkan dengan Provinsi yang lain.

Sementara Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur, Tri Harsono menyampaikan, guna bersaing dengan koperasi diluar Jatim. Pihaknya melakukan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas dengan menggandeng Mahasiswa se Jawa Timur, agar SDM yang ada tidak gaptek teknologi.

"Kami juga rutin menggelar rapat kerja untuk mengetahui laporan dari kelompok koperasi yang ada,"tutur, Ketua Dekopin Jawa Timur, Tri Harsono pada memojatim disela-sela pelaksanaan Raker.

Masih kata Tri Harsono, produk-produk koperasi harus ditingkatkan kualitasnya agar dapat diterima oleh konsumen. Bahkan jika perlu bisa di ekspor keluar negeri. Pihaknya berharap koperasi lebih kreatif dan inovatif baik dalam hal produk, kemasan maupun sistem penjualannya.

"Jangan hanya berfikir bahwa produk koperasi hanya akan dikonsumsi oleh anggota atau kalangan koperasi saja. Harus punya maindset bahwa produk ini bisa diterima oleh konsumen diluar koperasi. Bahkan kalau perlu produk koperasi harus menembus pasar ekspor dengan memperbaiki kualitas produk dan kemasan dan sistem marketing mengikuti revolusi industri 4.0," ujarnya.

Ketua Dekopin Wilayah Jawa Timur, Tri Harsono menambahkan, bahwa melalui Dekopinwil Jatim, pihaknya akan memfasilitasi dan mendorong agar koperasi semakin semangat untuk berproduksi sekaligus membantu pemasarannya.

Menurut Tri Harsono, jaringan pemasaran koperasi harus diperkuat. Paling tidak antar koperasi sehingga produk koperasi lebih cepat habis terserap konsumen yang notabene adalah anggota koperasi. 

"Sehingga secara otomatis memicu koperasi untuk berproduksi secara kontinyu. Bentuknya adalah kerjasama antar koperasi agar tercipta jaringan koperasi yang kuat,"pungkasnya.(rief)

Posting Komentar