Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Pelimpahan tahap II berkas perkara penyerobotan dan pemalsuan akta otentik lahan Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jatim dengan agenda pelimpahan berkas dan dua tersangka yakni, Dyah Nuswantari Ekapsari dan Umi Chulsum ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo kembali tim penyidik gabungan Bareskrim dan Kejagung dibikin sibuk. Pasalnya, pelimpahan tahap II yang seharusnya dua tersangka, hanya satu tersangka Dyah Nuswantari Ekapsari yang bisa didatangkan oleh penyidik sedangkan Umi Chulsum kembali mangkir dari penyidik.

Tidak hadirnya tersangka Umi Chulsum beralasan sakit sehingga tidak bisa diserahkan ke Kejari Sidoarjo pada hari Kamis (3/10) pagi.

Dari info yang berhasil dihimpun oleh memojatim, diduga sakit yang diderita tersangka Umi Chulsum hanya modus belaka agar tidak bisa di tahap II kan oleh penyidik.

"Modus tersangka Umi pindah-pindah Rumah Sakit untuk tidak dapat di tahap II kan oleh penyidik,"ujar, sumber dari Bareskrim pada memojatim hari Kamis (3/10).

Masih kata sumber Bareskrim, pada pelimpahan tahap II dua Minggu lalu tersangka Umi Chulsum masuk Rumah Sakit Siti Hajar dan pelimpahan sekarang di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Dua Minggu lalu Rumah Sakit Siti Hajar, pas kemarin mau di tahap II kan masuk lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara," terangnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo telah menerima pelimpahan tahap II pada pelimpahan pertama dua tersangka yakni, Reny Susetyowardhani anak dari (alm, Iskandar) juga selaku Dirut PT Dian Fortuna Erisindo dan Notaris Yuli Ekawati sudah ditahan di Lapas Kelas II A Delta Sidoarjo, dan pada pelimpahan berikutnya tersangka Henry J Gunawan dan ditahan di Rutan Kelas I Surabaya Medaeng karena terlibat perkara berbeda di wilayah hukum Surabaya.

Dan pelimpahan tahap II berikutnya dengan tersangka Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari dan Umi Chulsum. Namun, hanya tersangka Dyah Nuswantari Ekapsari yang berhasil diserahkan ke Kejari Sidoarjo.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono menyatakan,"Kita menunggu saja sifatnya dari Mabes Polri, kalau sudah siap mereka untuk ngantar ke kita ya kita tindak,"tuturnya. (rief)

Posting Komentar