Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi dan Rojiun saat menjalani persidangan dakwaan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang Kabupaten Sampang Jawa Timur memasuki babak baru. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menyidangkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juandan, Sidoarjo pada hari Jumat (25/10) di ruang Cakra.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU itu terdakwa mantan
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, Jupri Riyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor bersama terdakwa lainnya mantan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Rojiun selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam perkara ini.

Dalam pemabacaan surat dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kehaksaan Negeri Sampang, Moch Hasan dan Munawir menyampaikan bahwa, akibat perbuatan terdakwa Jupri Riyadi dan terdakwa Rojiun (berkas terpisah/splitsing) telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 134.800.000., (seratus tiga puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,"tegas, JPU Moch Hasan dalam persidangan diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya hari Jumat (25/10) saat dikutip memojatim.

Selain itu Jaksa juga mendakwa terdakwa subsidiair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana 7 ayat (1) huruf a jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 31 tahun tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Usai pembacaan dakwaan oleh jaksa, Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan memberikan kesempatan pada terdakwa apakah telah mendengarkan bunyi dakwaan yang disampaikan jaksa dan menanyakan apakah keberatan atau lanjut ke pembuktian, lantas terdakwa melalui tim Panasehat Hukum (PH) nya menyampaikan, "lanjut ke pembuktian yang mulia,"ucap, kuasa hukum terdakwa.

Selain itu terdakwa melalui PH nya juga mengajukan permohonan terdakwa Jupri Riyadi untuk menjadi tahanan kota kepada Majelis Hakim Ketua.

"Mohon maaf yang mulia, untuk terdakwa Jupri Riyadi kami mengajukan permohonan tahanan kota, permohonan ini juga kami ajukan ke JPU juga yang mulia,"kata, salah satu tim penasehat hukum terdakwa Jupri Riyadi dalam persidangan.

Ditemui usai persidangan JPU Kejaksaan Negeri Sampang, Moch Hasan menyampaikan, kedua terdakwa Jupri Riyadi dan Rojiun didakwa sama seperti terdakwa lainnya yakni, Abdul Aziz, Mastur Kirana, Noriman, Didik Hariyadi dan Sofyan masing-masing berkas berbeda.

"di dakwa sama seperti terdakwa lainnya hanya berkas terpisah/splitsing, dan dalam perkara ini ada 7 orang yang menjadi terdakwa,"ucap, Moch Hasan pada memojatim.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam perkara korupsi  proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (rief)

Posting Komentar