Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Abdul Aziz Dirut CV Amor Palapa saat mendengarkan putusan di Pengadilan Tipikor. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Abdul Aziz Dirut CV Amor Palapa memasuki ruang sidang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (29/10) untuk mengikuti persudangan dengan agenda putusan. Abdul Aziz dengan menggunakan kemeja hem warna putih dan songkok putih nampak seksama mendengarkan amar putusan yang dibaca oleh Hisbilullah Idris selaku Hakim Ketua.

Memutus dan menghukum terdakwa Abdul Aziz terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair, dua membebaskan perkara Abdul Aziz dari dakwaan primair diatas.
Tiga mengatakan Abdul Aziz terbukti secarah sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

"Empat menjatuhkan pidana kepada terdakwa Abdul Aziz oleh karena itu dilakukan penjara selama 1 tahun serta denda senilai Rp 50 juta rupiah dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan 1 bulan,"tutur, Hakim Ketua Hisbullah Idris saat membacakan putusan dikutip memojatim hari Selasa (29/10).

Masih kata Hisbullah, lima menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 2.500 juta rupiah menentukan uang yang dihabiskan.
Menetapkan masa penahanan terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan dan ditetapka terdakwa membayar biaya perkara sebesar lima ribu rupiah.

Sementara, terdakwa Abdul Aziz usai mendengarkan putusan yang dibacakan oleh Hakim langsung mengamini putusannya. 

"Iya saya menerima yang mulia,"ucap, terdakwa dengan suara lirih.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam perkara korupsi  proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (rief)

Posting Komentar