Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc terdakwa eks Bupati Trenggalek Soeharto menggunakan rompi tahanan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang terkait perkara korupsi di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Pemkab Trenggalek yang menjadikan mantan Bupati periode 2005-2010 Soeharto sebagai terdakwa itu terungkap bahwa, ada aliran dana yang mengalir ke anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Trenggalek Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Trenggalek, Dody Novalitas saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Jumat (25/10) diruang Cakra.

Persidangan yang dipimpin oleh I Wayan Sosiawan selaku Hakim Ketua itu, terdakwa Soeharto didampingi tim Penasehat Hukum (PH) nya mendengarkan surat dakwaan yang dibaca oleh JPU Kejari Trenggalek, Dody Novalitas. 

"Ada aliran dana mengalir ke anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Trenggalek senilai Rp 769 miliar yang diberikan Gatot kepada anggota Pansus,"ungkap, Jaksa Dody Novalitas saat membaca amar dakwaan dalam persidangan hari Jumat (25/10) saat dikutip memojatim.

JPU Dody Novalitas menambahkan, korupsi yang menyeret mantan Bupati Trenggalek, Soeharto itu bermula pada Juli 2007 saat itu Gatot Purwanto sebagai Plt Dirut PDAU dan Istiawan Witjaksono alias Tatang Istiawan, dengan membawa proposal investasi percetakan bertempat di Kabupaten Trenggalek.

Permintaan itu, akhirnya disanggupi terdakwa Soeharto dan meminta untuk pemaparan di gedung DPRD Trenggalek. Tatang Istiawan yang merupakan Bos Media di Surabaya itu bersedia. Pemaparan itu akhirnya dilakukan dan diikuti terdakwa, Gatot Purwanto, Jauhari (almarhum), Jausi, Samsul Anam dan anggota dewan lainnya.

Sampai akhirnya penyidik Kejari Trenggalek mengungkap kasus ini dan ditemukan kerugian keuangan negara senilai Rp 7,4 miliar atas penyertaan modal di Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) dengan PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) sejak tahun 2008-2009 tersebut. (rief)

Posting Komentar