Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang perkara korupsi PDAM Maja Tirta Mojokerto, dua terdakwa saat disidangkan di Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang kasus korupsi PDAM Maja Tirta Mojokerto yang menyeret mantan Direktur PDAM Maja Tirta, Trisno Nurpalupi dan Direktur PT Chirstmalis Arta Surabaya, Maju Sitorus memasuki babak baru.

Sidang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda, Sidoarjo pada hari Jumat (11/10) siang.

Dalam amar tuntutan Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti secarah sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) tentang Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Mengajukan tuntutan pada Majelis Hakim pemeriksa dalam perkara ini, untuk menjatuhkan tuntutan pada terdakwa Trisno Nurpalupi  7 rahun kurungan pidana denda dua ratus juta rupiah subsider 3 bulan dan biaya perkara Rp 10.000.,"kata, tim JPU Putu Agus dan Gede Indra saat membacakan surat tuntutan secara bergantian pada hari Jumat (11/10).

Masih lanjut Jaksa saat membacakan tuntutannya, menuntut terdakwa Maju Sitorus dengan pidana 7 tahun kurungan pidana denda dua ratus juta (Rp200.000.000) subsider tiga bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp900.405.000 subsider tiga tahun enam bulan kurungan.

Sekedar diketahui dalam perkara korupsi PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto pihak Kejari Kota Mojokerto  menilai ada tiga modus yang dilakukan oleh kedua terdakwa saat melakukan praktik korupsi terhadapan pengelolaan keuangan PDAM.

Modus pertama pernyertaan modal Pemkot untuk PDAM tahun 2013-2015 tidak sesuai dengan peruntukannya. Selanjutnya yang kedua dana kas PDAM tahun anggaran 2013-2017 digunakan tanpa persetujuan Walikota Mojokerto dan Dewan Pengawas, ketiga melakukan pembelian bahan kimia untuk PDAM Maja Tirta tanpa melalui proses pengadaan atau lelang sehingga ada dugaan mark up anggaran yang mengakibat adanya kerugian negara senilai Rp 1 miliar.(rief)


Posting Komentar