Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kasi Pidsus Kejarai Surabaya, Heru Kamarullah. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Berkas perkara kasus korupsi kredit fiktif program Kredit Modal Kerja (KMK) BRI Cabang Surabaya Manukan Kulon dinyatakan sudah P 21.

Pasalnya, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya sudah merampungkan berkas perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 9,5 miliar itu.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Surabaya, Heru Kamrullah menyampaikan, penyidik sudah menyerahkan tahap II ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan diserahkannya para tersangka selanjutnya perkara korupsi akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk segera diadili.

"Tahap II nya sudah kemarin, saat ini sedang penyusunan surat dakwaan,"ucap, Kasi Pidsus Heru Kamarullah pada media hari Jumat (11/10).

Seperti yang telah diberitakan, Perkara yang merugikan keuangan negara Rp 9,5 miliar (hasil audit BPK) ini berawal dari adanya program pemberian Kredit Modal Kerja (KMK) Ritel Max Co di BRI Cabang Manukan Kulon tahun 2018. Dengan modus identitas yang diduga palsu seperti legallitas usaha yakni, Surat Izin Usaha Penerbitan Perusahaan (SIUPP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dengan tujuan untuk me mark up anggunan yang dimohonkan.

Hingga kemufakatan busuk ini terendus oleh penyidik Kejaksaan Negeri Surabaya dan menetapkan lima orang sebagai tersangka yakni, mantan Associate Account Officer (AAO) BRI Cabang Surabaya Manukan Kulon Nanang Lukman Hakim, mantan pegawai Bank BRI Nur Cholifah (DPO), Lanny Kusumawati Hermono, Agus Siswanto dan Yano Octavianus Albert Manopo ketiganya selaku debitur. (rief)

Posting Komentar