Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc sidang korupsi BPPKAD Pemkab Gresik di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim) 

Gresik-Memo. Upaya Kejaksaan Negeri Gresik untuk menghadirkan Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih belum membuahkan hasil atas tindak lanjut pengembangan perkara korupsi pemotongan dana insentif di Dinas BPPKA. Pasalnya, untuk panggilan yang ke 4 Kejari Gresik, Sekda Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya kembali mangkir, hingga pukul 12:00 Wib hari Senin (21/10) keberadaan mantan Kepala Dinas BPPKAD Pemkab Gresik, Andhy Hendron Wijaya belum dikatahui kebaradaannya. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, Pandoe Pramoekartika menyatakan, telah memerintahkan Intelejen dan penyidik Pidana Khusus untuk mencari keberadaan Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya.

"Kami telah perintahkan kepada Intel dan penyidik Pidsus untuk mencari keberadaan Sekda Gresik,"tegas Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika pada hari Senin (21/10) saat dikutip memojatim. 

Masih lanjut Pandoe mengungkapkan, pihaknya menilai tindakan Andhy Hendro Wijaya yang kini menjabat Sekertaris Daerah di Pemkab Gresik tidak kooperaktif mencerminkan pejabat yang tidak menghargai proses hukum, sehingga pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk menjeput paksa bila ditemukan keberadaannya (Sekda).

"Bila perlu bila jika ketemu untuk segera dibawa ke kantor guna diperiksa sebagai saksi atas pengembangan pemotongan dana insentif di dinas BPPKAD,"jelasnya. 

Lebih jauh Kajari memaparkan, pihaknya sudah bertindak sesuai prosedur, secara KUHAP aturan panggilan saksi secara patut yang ke tiga bahkan ke empat sudah kami lakukan. Namun, yang bersangkutan tidak datang menenuhi panggilan penyidik. 

"Untuk itu kami melakukan upaya terakhir dengan pencarian dan penjemputan paksa,"pungkasnya. (rief)


Posting Komentar