Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Henry Jocosity Gunawan saat menjalani pemeriksaan di Kejari Sidoarjo. (Arief,memojatim) 

Sidoarjo-Memo. Bos PT Gala Bumi Perkasa, Cien Liang alias Henry Jocosity Gunawan kembali menjalani pemeriksaan pada hari Rabu (02/10) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Pemeriksaan dengan agenda pelimpahan tahap dua yang sempat tertunda dikarenakan beberapa waktu lalu Dirut PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan ini juga menjalani kasus hukum dengan perkara berbeda di Kejari Surabaya dan dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Surabaya Medaeng.

Tersangka Henry J Gunawan datang dengan pengawalan dari tim penyidik Bareskrim Polri, Jaksa Kejagung dan dibantu oleh anggota Poresta Sidoarjo sekitar pukul 11:35 Wib., dengan menggunakan baju bermotif batik warna orens langsung menuju ruang penyidik Kejari Sidoarjo. Kemudian tidak berselang lama disusul kedatangan Masbukhin selaku Penasehat Hukum (PH) tersangka.

Henry J Gunawan diperiksa hampir sekitar empat jam dan baru keluar dari ruang penyidik Kejari Sidoarjo. Dengan didampingin Penasehat Hukumnya Masbuhin menyampaikan, ini kasus yang saya kira dalam perspektif hukum sudah jelas semua. Bahwa, dalam kasus ini klain (Henry J Gunawan) saya adalah pembeli yang beritikat baik didalam transaksi jual beli atas tanah yang penjualnya RS. Karena pembeli yang beritikat baik maka oleh hukum harus dilindungi.

"Bukan malah dijadikan tersangka,"kata, Masbuhin pada media dikutip memojatim pada hari Rabu (02/10).

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono menyampaikan, berdasarkan berkas ini ada transaksi jual beli tanah antara ahli waris dengan Henry melalui Notaris. Ternyata dalam perjalannya jual beli itu tidak benar, ada pihak yang dirugikan yang melapor dan ditangani oleh Mabes Polri.

"Transaksi antara ahli waris dan Henry melalui Notaris, ternyata dalam perjalanannya itu tidak benar ada pihak yang dirugikan yang melapor,"terang, Kajari Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono saat diruangan Kasi Intelejen.

Seperti diketahui, modus dalam kasus ini tanah yang semula atas nama badan (Puskopkar), dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 20 hektar itu terungkap adalah milik Puskopkar Jatim. 

Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang saat itu menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. 

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang di dirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim. (Arief)

Posting Komentar