Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tersangka Notaris Umi Chalsum saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidaorjo-Memo. Selesai sudah perjalan tersangka Notaris Umi Chalsum terkait dugaan keterlibatan atas kasus perkara penyerobotan lahan milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur. Pasalnya, tersangka Notaris Umi Chulsum ditahan oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo terkait perkara pemalsuan akta otentik dan penyerobotan lahan seluas 23 hektare di Desa Pranti Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo milik Puskopkar Jatim pada hari Rabu (16/10).

Penahanan tersangka Umi Chalsum dilakukan setelah pelimpahan tahap II oleh penyidik Bareskrim, Kejagung ke Kejeri Sidoarjo yang sempat beberapa kali mangkir dari pemeriksaan penyidik saat pelimpahan tahap II karena alasan sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Setyawan Budi Cahyono membenarkan prihal penahanan Umi Chalsum tersebut, tersangka langsung kami tahan ke Lapas Delta Sidoarjo.

"Hari ini setelah proses pelimpahan tahap dua selesai, tersangka langsung kami tahan di Lapas Delta Sidoarjo,"tutur, Kajari Sidoarjo Setyawan Budi Cahyono pada media.

Sementara, Jaksa Kejagung Abdul Rauf menyampaikan,"Notaris Umi Chalsum memang baru saat ini kita limpahkan karena sebelumnya sakit usai operasi, begitu kondisinya membaik maka kita limpahkan ke Kejari Sidoarjo,"ucapnya.

Seperti yang telah diberitakan memojatim sebelumnya, dalam kasus ini pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo telah menerima pelimpahan tahap II pada pelimpahan pertama dua tersangka yakni, Reny Susetyowardhani anak dari (alm, Iskandar) juga selaku Dirut PT Dian Fortuna Erisindo dan Notaris Yuli Ekawati sudah ditahan di Lapas Kelas II A Delta Sidoarjo, dan pada pelimpahan berikutnya tersangka Henry J Gunawan dan ditahan di Rutan Kelas I Surabaya Medaeng karena terlibat perkara yang lain di wilayah hukum Surabaya.

Dan pelimpahan tahap II berikutnya dengan tersangka Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari dan Umi Chulsum. Namun, hanya tersangka Dyah Nuswantari Ekapsari yang berhasil diserahkan ke Kejari Sidoarjo pada hari Kamis (3/10) lalu.

Diketahui, modus dalam kasus ini tanah yang semula atas nama badan (Puskopkar), dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 23 hektar itu terungkap adalah milik Puskopkar Jatim. 

Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang saat itu menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. 

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang di dirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim. (rief)



Posting Komentar