Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tersangka saat menjalani pemeriksaan oleh petugas. (Amrizal,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Apes bagi tersangka Purwanto (28) warga Desa Simogirang , Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Pasalnya, pria lajang ini belum bisa menikmati hasil jualannya barang haram yang dilarang hukum obat-obatan terlarang jenis Pil Koplo atau doble L itu diringkus oleh unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tulangan.

Tersangka Purwanto berhasil dibekuk oleh petugas saat berada di warung dekat rumahnya, dan kedapatan membawa puluhan butir pil koplo disaku celananya.

Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi membenarkan hal tersebut, pihaknya mengamankan tersangka beserta Barang Bukti (BB) berdasarkan info dari masyarakat. Bahwa ada warung yang kerap dibuat tempat bertransaksi obat terlarang.

"Informasinya memang diwarung itu kerap dijadikan tempat peredaran pil koplo," ucap, Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi, hari Senin (30/9) saat dikutip memojatim.

Masih kata AKP Gatot Setyo Budi, dari bekal info itu anggotanya melakukan pemantaun dan berhasil mengamankan pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 5 klip plastik kecil berisi masing-masing 10 butir pil koplo, 1 klip plastik berisi 20 butir pil koplo, dan 1 plastik berisi 993 butir pil koplo. 

"Pelaku kami amankan di warung yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah kami geledah, sejumlah barang bukti berupa 1063 pil koplo kami temukan. Selain itu, kami juga mengamankan uang Rp 470 ribu yang diduga hasil dari penjualan pil tersebut," ungkapnya.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku menjual obat terlarang itu dengan harga Rp 25 ribu setiap satu tik (isi 10 butir). Selain itu pelaku mengaku mendapat obat terlarang itu dari rekannya yangvkini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) petugas. 

"Biasanya ia (pelaku) kulak 1000 butir pil koplo seharga Rp 800 ribu dan mengaku untung 400 ribu,"kata, mantan Kasat Reskrim Polres Jombang.

Akibat perbuatanya kini pelaku harus mempertanggungkan perbuatanya. Sementara itu, polisi juga tengah memburu tersangka lain yang turut terlibat dalam jaringan tersebut. Polisi bakal terus bekerja untuk memburu para pengedar obat terlarang maupun narkotika khususnya di wilayah Sidoarjo. (Rz/rif)


Posting Komentar