Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat menunjukan tersangka dan barang bukti. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo gerebek tempat pembuatan (Home Industri) Minuman Keras (Miras) yang berada di Desa Sumokare, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Dalam penggerebekan tempat pembuatan Miras jenis arak tersebut petugas Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan 180 kardus arak siap edar, 20 drum bahan baku, 20 karung gula, dua karung ragi dan alat pembuatan arak.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dei Nugroho menyampaikan, petugas selain mengamankan barang bukti juga berhasil menangkap dua pelaku pemilik sekaligus pembuat minuman setan itu, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Barang bukti dan dua tersangka kami bawa ke Mapolresta untuk pemeriksaan lebih lanjut,"ungkap, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat dikutip memojatim dihalaman Mapolresta hari Selasa (10/9).

Kapolres menambahkan, dua tersangka yang berhasil diamankan yakni, Novi Setiawan (36) dan Puji Medianto (27) keduanya masing-masing warga asal Desa Tegal Agung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Masih kata Kaporesta mengungkapkan, penggerebekan ini bermula dari info masyarakat dan selanjutnya pihaknya menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan sampai akhirnya dilakukan penggerebekan ini. 

Dihadapan petugas pelaku mengaku, 
komposisi pembuatan arak itu terdiri dari gula, ragi dan air. Ketiga bahan tersebut dicampur dalam drum dan didiamkan selama dua minggu dalam keadaan tertutup sampai bahan-bahan terfermentasi.

Setelah itu, campuran bahan baku itu dimasak menggunakan tungku selama empat jam atau sampai menguap. 

"Uap itu yang di salurkan dengan selang kedalam bak air dingin, sehingga uap tersebut menjadi arak kotor kemudian di filter dan dikemas ke dalam botol plastik, pelaku ini menjalankan aksinya sejak Februari dan mendapatkan hasil 50 juta tiap bulan,"papar, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kedua tersangka bakal dijerat Pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Posting Komentar