Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : acara Pentas Seni Reog dan Jaranan" dalam rangka Grebek Suro "Perayaan Tahun Baru Islam" Kasi Pelayanan Tahanan Achmad Nuri Dukha menaiki Reog. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Ada pemandangan berbeda di Rutan Kelas I Surabaya pada hari Rabu (11/9). Mendadak terdengar suara gamelan (musik daerah khas Jawa Timur) karena penasaran tim memojatim mencoba masuk dengan meminta izin terlebih dahulu ke petugas jaga di pintu gerbang tempat dimana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Surabaya itu sedang menjalani pembinaan dan hukuman atas perbuatannya.

Setelah mendapatkan izin dan melalui serangkaian proses pemeriksaan, lantas tim memojatim diberi tanda sebagai pengujung atau tamu (khusus) sebagai yang menjalankan tugas profesi peliputan Jurnalise.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Surabaya, Teguh Pamuji melalui Kasi Pelayanan Tahanan, Achmad Nuri Dukha saat ditemui menyampaikan, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya lagi melaksanakan kegiatan "Pentas Seni Reog dan Jaranan" dalam rangka Grebek Suro "Perayaan Tahun Baru Islam" 1 Muharram 1441 Hijriyah 2019.

"Kegiatan ini adalah salah satu wujud program pembinaan terhadap WBP, sekaligus bentuk pelayanan maksimal pada masyarakat dan WBP,"ucap, Kasi Pelayanan Tahanan Achmad Nuri Dukha pada memojatim disela-sela acara.

Pelaksanaan pentas seni tersebut digelar sejak pukul 13:00 Wib sampai pukul 16:00 Wib. Dengan dimeriah oleh Group Reog Singo Sekar Budoyo dari Surabaya. Nampak warga binaan sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara hiburan yang disajikan hingga dipenghujung acara berjalan dengan tertip dan kondusif.

Pria yang akrap disapa Dukha ini menambahkan, bahwa kegiatan yang digelar dilapangan Rutan Kelas I Surabaya ini adalah bagian dari program Karutan dalam pembinaan terhadap pegawai juga WBP di Rutan Kelas I Surabaya.

Dengan tujuan agar mendapatkan syafaat di hari perayaan Tahun Baru Islam serta diharapkan WBP lebih mengenal seni budaya Jawa Timur.(rief)

Posting Komentar