Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, M Rifai Dijebloskan Ke Penjara

Photo : M Rifai mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah memvonis enam bulan penjara, mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Moch Rifai dijebloskan ke penjara pada hari Jumat (27/9) oleh Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Politisi Partai Gerindra itu memang sedang ditunggu kedatangannya oleh Jaksa guna menjalani serangkaian proses eksekusi yakni, berita acara dan tanda tangan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Setiawan Budi Cahyono saat dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut, pihaknya telah menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA).

"Saat eksekusi tidak ada kericuhan, yang bersangkutan (M Rifai) juga koperaktif," tutur, Kajari Setiawan Budi Cahyono.

Sementara, eksekusi yang dipimpin oleh Kasi Pidum, Gatot Haryono itu berjalan lancar dan cepat, eksekusi terhadap Rifai sesuai dengan prosedur. Sebelumnya, jaksa menerima salinan putusan MA dari PN Sidoarjo.

"Kami terima awal September, sesuai dengan amar putusan vonis enam bulan,"
terang, Kasi Pidum Gatot Haryono.

Sebelumnya, putusan MA untuk Rifai ramai sejak Februari. Ketika itu Pengadilan Negeri Sidoarjo menerima pemberitahuan putusan dari MA. Namun, isinya hanya amar. Salinan telah diserahkan ke para pihak. Namun, kejaksaan belum melakukan eksekusi. Mereka tidak ingin gegabah. Sebab, menurut Gatot, eksekusi dilaksanakan berdasar salinan putusan. Bukan petikan putusan. Karena itu, pihaknya belum melakukan eksekusi. Baru, setelah mendapat salinan tim Jaksa melakukan eksekusi.

Sekedar diketahui, Moch Rifai terjerat pidana karena kedapatan menggunakan ijazah palsu dan gelar akademik dan saat itu mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo itu dijatuhi hukuman masa  percobaan satu tahun. Sedangkan ditingkat banding Pengadilan Tinggi menjatuhkan hukuman yang sama. Namun, dalam putusan MA hukuman M Rifai dirubah menjadi kurungan penjara enam bulan. (Arief)

Posting Komentar