Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc, sidang korupsi pembangunan RKB SMP Negeri 2 Ketapang di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dirut CV Amora Palapa, Abd Aziz terdakwa perkara kasus pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang memasuki babak baru. Agenda sidang pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang Muhammad Hasan menyatakan bahwa, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama ataupun sendiri atas pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang Sampang, Madura Jawa Timur.

Menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa Abdul Aziz satu tahu enam bulan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan.

"Terdakwa Abdul Aziz dituntut hukuman pidana satu tahun enam bulan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan,"ucap, Jaksa Muhammad Hasan saat dikutip memojatim hari Selasa (24/9).

Usai menyampaikan tuntutan JPU, sidang yang diketuai oleh Hisbullah Idris selaku Hakim Ketua dilanjut dengan sidang dakwaan atas terdakwa Mastur Kiranda, Noriman dan Didik Hariyanto (berkas berbeda) dalam perkara yang sama.

Dalam dakwaan Jaksa Muhammad Hasan menyatakan, bahwa akibat perbuatan terdakwa Mastur Kiranda dan Noriman, Didik Hariyanto (berkas terpisah/splitsing) telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 134.800.000., (seratus tiga puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,"tegas, Muhammad Hasan dalam persidangan diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya hari Selasa (24/9).

Selain itu Jaksa juga mendakwa terdakwa subsidiair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana 7 ayat (1) huruf a jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No.31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 31 tahun tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sebelumnya diberitakan memojatim, 
kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya.

Jaksa Muhammad Hasan juga menambahkan, dalam perkara ini juga menyeret dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sampang sebagai tersangka yakni, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Rojiun. (Arief)

Posting Komentar