Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc sidang terdakwa Abdul Aziz. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan kasus korupsi pembagunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang Madura,  Jawa Timur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang menghadirkan dua saksi ahli pada hari Selasa (17/9) di Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo.

Dua saksi ahli yang dihadirkan yakni, Dinas Ispektorat, Nurul Cahyadi dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang, H. Musyafak. Dalam persidangan ahli mengungkapkan, setelah turun dan mengkroscek kondisi dilapangan, bahwa terdapat kerugian negara yang ditimbulkan atas pembangunan RBK SMP Negeri 2 Ketapang.

"Setelah kami baca kontrak ditemukan pembangunan SMP Negeri 2 Ketapang tidak sesuai kontrak, sehingga kerugian negara total los, karena pembangunan tidak dapat digunakan,"ungkap saksi ahli dalam persidangan yang digelar di ruang Candra dengan Hakim Ketua Hisbillah Idris pada hari Selasa (17/9).

Sedangkan, terdakwa Abdul Aziz mengamini keterangan saksi ahli dan hanya meminjamkan CV Amora Palapa pada Mastur Kiranda (tersangka berkas berbeda) dan menerima imbalan Rp 2.5 juta.

Dikonfirmasi tentang tanggapan jaksa terkait keterangan ahli dan perkembangan tersangka lainnya dalam perkara ini usai persidangan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Munarwi dan Muhammad Hasan menyampaikan, sesuai yang ada dalam dakwaan bahwa kerugian negara Rp 1. 34 juta. Artinya kerugian itu los  sesuai anggaran yabg dikucurkan dari Pemerintah Kabupaten Sampang. Sedangkan, berkas untuk tersangka lainnya dalam perkara ini yang sudah dilimpahkan ke PN Tipikor yakni, Mastur Kiranda, Noriman dan kawan-kawan sedangkan untuk tersangka yang lain sudah P21.

"Mastur Kiranda, Noriman dan kawan-kawan sudah kami limpahkan sedangkan untuk tersangka yang lain sudah P21,"tutur, Muhammad Hasan pada memojatim usai persidangan.

Perlu diketahui, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda (tersangka) untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Saksi Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV atau milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya, saksi Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, saksi bernama Noriman.

Selanjutnya, saksi Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang Sampang itu sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp70 juta. Berikutnya, saksi Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya. (arief)

Posting Komentar