Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : enam saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. sidang lanjutan korupsi atas proyek pelaksanaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang Madura, Jawa Timur Jaksa hadirkan enam saksi di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (3/9).

Enam saksi yang dihadirkan oleh JPU terdiri dari, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ketapang, Fatur Rosi, Didi (Pengawas), Sopian (Pengawas), Tri Warsono (Pengadaan), dan dua saksi yang juga tersangka dalam kasus ini Mastur Kiranda dan Noriman (berkas berbeda).

Dalam persidangan saksi ditanyai seputaran prosedurnya proses penanganan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang yang diketahui ambruk setelah dinyatakan tuntas pembangunannya itu dan sisa uang penggunaan.

Hakim Ketua Hisbullah Idris dalam persidangan secara bergantian dengan Hakim Anggota Bagus Handoko kepada saksi Mastur Kiranda dan Noriman menayakan, saudara saksi (Mastur Kiranda) menerima anggaran dana itu utuh Rp 134 juta dan saudara memberikan ke saudara saksi Noriman sebesar Rp 70 juta. 

"lantas kemana sisanya," tanyak, Hakim Anggota Bagus Handoko dan dijawab oleh saksi, buat opersional pak.

Untuk memastikan kemana sisa uang tersebut Hakim Anggota Bagus Handoko menanyakan hingga dua kali pada saksi, dan selanjutnya Hakim pertanyakan setatus saksi (Mastur Kiranda) kepada Jaksa Penutut Umum.

"Dua saksi berstatus tersangka majelis hakim,"ucap, Jaksa Munarwi saat dikutip memojatim dalam persidangan yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Seperti yang telah diberitakan akuratnews sebelumnya, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh saksi Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Saksi Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV atau milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya, saksi Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, saksi bernama Noriman.

Selanjutnya, saksi Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang Sampang itu sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp70 juta. Berikutnya, saksi Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Muhammad Hasan juga menambahkan, dalam perkara ini juga menyeret dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sampang sebagai tersangka yakni, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, JR dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) berinisial R.(rief)

Posting Komentar