Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Surabaya, Heru Kamarullah. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi program pemberian Kredit Modal Kerja (KMK) di Bank BRI Cabang Manukan Kulon Surabaya. Empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni, eks Associate Account Officer (AAO) BRI Cabang Manukan Kulon, Nanang Lukman Hakim, mantan pegawai Bank BRI Cabang Manukan Kulon Nur Cholifah, Agus Siswanto dan Lanny Kusumawati Hermono sebagai debitur Bank BRI Manukan Kulon.

Ke empatnya ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani serangkaian proses pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejari Surabaya dan dari empat tersangka satu diantaranya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yaitu Nur Cholifah, karena mangkir beberapa kali atas surat panggilan sebagai tersangka yang dilayangkan pihak kejaksaan. 

Sedangkan tiga tersangka lainnya dijebloskan ke tahanan Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Surabaya, Heru Kamarullah menuturkan, yang sudah ditahan tiga orang, satu tidak karena tidak datang saat dipanggil sebagai tersangka.

"Yang ditahan 3 orang satu belum, karena tidak datang saat dipanggil sebagai tersangka,"tutur, Kasi Pidsus Heru Kamarullah pada memojatim melalui selulernya hari Senin (9/9).

Dalam kasus ini pihak kejaksaan juga memanggil dan memeriksa mantan Kepala Cabang Bank BRI Manukan Kulon, Nur Azzah Karim sebagai saksi pada hari Senin (9/9). Nur Azzah Karim memenuhi panggilan kejaksaan sekitar pukul 11:00 Wib. Dan langsung menuju ruang penyidik Pidsus dengan di dampingi penasehat hukumnya.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah menyampaikan, ia (Nur Azzah Karim) dipanggil sebagai saksi karena pada posisi sebagai pengambil kebijakan terhadap sejumlah debitur BRI Cabang Manukan Kulon Surabaya yang mengajukan permohonan KMK.

"Termasuk melakukan verifikasi data debitur hingga menentukan angka kredit yang dicairkan ke para debitur,"tutur, Kasi Pidsus, Heru Kamrullah.

Heru menambahkan, tidak tertutup kemungkinan masih ada tersangka baru sepanjang penyidik menemukan dua alat bukti, "tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka baru,"pungkasnya.

Kasus ini bermula pada tahun 2018 terdapat program pemberian Kredit Modal Kerja (KMK) Ritex Max Co di Bank BRI Cabang Manukan Kulon Surabaya sebesar Rp 10 miliar kepada sembilan dibitur, dari sini diduga pat gulipat atau persekongkolan busuk terjadi sebagaimana Nanang Lukman Hakim yang saat itu selaku Associate Account Officer (AAO) Cabang Bank BRI Manukan Kulon memberikan kredit pada Lanny Kusumawati Hermono sebagai debitur dan membuat kredit fiktif. (rief)

Posting Komentar