Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc, Jaksa Muhammad Fadhil saat sidangkan kasus Jasmas di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Tiga tersangka anggota DPRD Surabaya terus mangkir dalam panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Hal tersebut diketahui saat pihak penyidik usai mengirimkan kali kedua surat pemanggilan terhadap tersangka yakni, Ratih Retnowati, Dini Rijanti, dan Syaiful Aidy.

Tiga tersangka anggota DPRD Surabaya priode 2014-2019 yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun anggaran 2016 itu terus tidak menunjukan sikap koperaktifnya dan terkesan mengabaikan panggilan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Dikutip memojatim tim penyidik Kejari Tanjung Perak dalam waktu dekat akan melayangkan kembali surat panggilan ketiga terhadap tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rijanti masing-masing legislator asal Partai Demokrat, dan Syaiful Aidy dari Partai PAN.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Muhammad Fadhil, pihaknya dalam waktu dekat memastikan akan mengirim surat panggilan ketiga pekan depan.

"Panggilan ketiga kami luncurkan pekan depan dan ini finishing untuk pemanggilan,"tegas Fadhil Minggu (01/9).

Ia akan bersikap tegas bila mana panggilan terakhir tersebut tiga tersangka kembali mangkir. Seperti melakukan upaya jemput paksa hingga mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kalau mereka tidak menunjukan itikad baik, tentu menjadi dasar kami untuk melakukan upaya hukum yang dibenarkan oleh Undang-Undang,"ujarnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya telah menahan tiga anggota DPRD Surabaya terkait kasus Jasmas yakni, Sugito dari Partai Hanura, Dermawan (Aden) Partai Gerindra dan Binti Rochmah Partai Golkar ketiganya ditahan di cabang Rutan Kelas I Surabaya Kejati Jatim.

Selain itu, Kejari Tanjung Perak juga memenjarakan Agus Setiawan Tjong pihak swasta yang telah divonis 6 tahun kurungan. Agus Setiawan Tjong merupakan rekanan pelaksana proyek atas pengadaan terop, meja, kursi dan sound system pada 230 RT di Surabaya dan menyebabkan adanya kerugian negara Rp 5 miliar itu.(rief)

Posting Komentar