Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : saat di Mapolresta Sidoarjo pelimpahan berkas kasus Puskopkar Jatim ke Kejari Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Berkas perkara kasus penyerobotan lahan dan pemalsuan surat tanah milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jatim pada hari Rabu (18/9) ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Pelimpahan berkas tahap II oleh Mabes Polri dan Kejakgung ke Kejari Sidoarjo tersebut juga disertai dengan penyerahan lima pihak yang telah ditetapkan tersangka.

Lima tersangka tersebut yakni, Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, serta tiga Notaris yang diduga terlibat dalam pemalsuan pembuatan akta-akta otentik Yuli Ekawati, Umi Chalsum, Dyah Nuswantari Ekapsari.

Namun, hingga kegiatan pelimpahan dan pemeriksaan berkas selasai lima tersangka yang dihadirkan, hanya tiga tersangka Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan, Umi Chalsum dan Dyah Nuswantari Ekapsari mangkir alias tidak datang karena alasan sakit.

Sementara Reny Susetyowardhani dan Yuli Ekawati langsung digelandang ke mobil tahanan Kejari dan dibawa ke Lapas Sidoarjo usai pemeriksaan.

Jaksa Kejagung, Abdul Rouf menyampaikan, "lima tersangka kami tahan untuk memudahkan proses penyerahan ke pengadilan guna disidangkan," terang Abdul Rauf saat di Kejari Sidoarjo hari Rabu (18/9).

Masih kata Abdul Rouf, dari lima tersangka hanya dua tersangka yang bisa dihadirkan untuk ditahan, yakni Reny dan Yuli Ekawati, sedang Umi Chulsum dan Dyah Nuswantari serta Henry J Gunawan belum bisa ditahan karena alasan sakit.

Seperti diberitakan memojatim sebelumnya, modus dalam kasus ini tanah yang semula atas nama badan (Puskopkar), dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 20 hektar itu terungkap adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. 

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang di dirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim. (rief)

Posting Komentar