Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc, petugas saat dilokasi lahan milik Puskopkar Jatim. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Kasubdit IV Dirpidum Bareskrim Mabes Polri terus mendalami kasus penyerobotan dan penggelapan lahan milik Pusat Koprasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur (Jatim). Walau sebelumnya perkara yang ditangani oleh pihak kepolisian ini diketahui berjalan cukup lama yakni sejak tahun 2015 sempat ditangani pihak Polda Jatim hingga kini diambil alih Bareskrim Mabes Polri dan kini sudah lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerobotan dan penipuan lahan milik Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur.

Lima tersangka tersebut terdiri dari sang mafia tanah yakni, bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry Jocosity Gunawan, Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Reny Susetyowardhani dan tiga Notaris yang diduga dengan sengaja melakukan atau mengetahui atau turut serta dalam perkara tersebut yakni, Yuli Ekawati, Umi Chalsum, dan Dyah Nuswantari Ekapsari

Dari sumber Bareskrim Mabes Polri menyatakan bahwa, lima orang sudah dinyatakan P21 berkasnya atau sudah lengkap, dan dalam waktu dekat baru tahap II kami akan limpahkan berkas beserta tersangkanya.

"Dari tersangka yang sudah P21 ialah pertama, Hendri J Gunawa, Reny S, Yuli, Umi Chalsum, dan Dyah,"terang, sumber dari Bareskrim Mabes Polri hari Minggu (01/9)

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Puskopkar Jatim, Tri Harsono mengapresiasi atas kinerja Kasubdit IV Dirpidum Bareskrim Mabes Polri terkait telah meningkatnya proses penanganan perkara tersebut hingga P21.

"Ini menunjukan bahwa Polisi telah bekerja profesional,"ujar, Tri Harsono dikutip memojatim.

Ketua Umum Puskopkar Jatim menambahkan, Bareskri Polri terus mengembangkan kasus ini, setelah lima orang tersangka yang telah P21 kini sudah ada dua tersangka lain lagi yang masih proses P21.

Sebelumnya, modus dalam kasus ini, tanah yang semula atas nama badan (Puskopkar), dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 20 hektar itu terungkap adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. 

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan sudah berani membangun di atas area seluas 20 hektar tersebut. Bangunan yang di dirikan berupa pergudangan itu diperjualbelikan. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim. (rief)


Posting Komentar