Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. (Abdul Halim,memojatim)

Sampang-Memo. Kasus ambruknya Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang mendapat sorotan lembaga Pusat Kajian Hukum dan Anggaran Daerah Indonesia (Puskhadi). 

Hal tersebut disampaikan Ketua Puskhadi, M Suhaimi pada memojatim bahwa, sudah sepatutnya Disdik melakukan evaluasi untuk rencana kegiatan tahun berikutnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Sepatutnya Disdik melakukan evaluasi untuk rencana tahun berikutnya,"tegas Ketua Puskhadi M Suhaimi Selasa (03/9).

Masih kata Suhaimi, untuk memperbaiki system Disdik secepatnya lakukan evaluasi, "perlu ada evaluasi dari pihak Disdik untuk memperbaiki system pengelolaan program kegiatan tahun berikutnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali,"pungkasnya.

Sementara Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam saat dikonfirmasi terkait apakah pemenang lelang proyek pembangunan RKB SMP Negeri 2 Ketapang yakni, Abd Aziz pemilik CV Amor Palapa masih ada hubungan keluarga atau tidak dengan pegawai yang ada di Disdik dan tentang langkah apa yang akan dilakukan, Nor Alam enggan menjawab,  "Tunggu pak kadis saja mas, karena beliau sekarang sedang ada rapat di ketapang dan banyuates,"cetusnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik Abd Aziz dipinjam oleh Mastur untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Mastur berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV Amora Palapa.

Namun, dalam perkembangannya, Mastur tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya bernama Nariman.

Sedangkan Mastur tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu sepenuhnya yakni Rp134 juta kepada Nariman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta.

Selanjutnya Nariman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya gedung RKB ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya.

Sejak saat itu, proyek tersebut menjadi sorotan, dan diduga pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditetapkan, sampai kini dalam proses persidangan. (ah/rif)

Posting Komentar