Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : SMPN 1 Driyorejo Gersik. (R Nanang Irawan,memojatim)

Gresik-Memo. Rencana akan dilakukan pembangunan gedung SMPN 33 Bambe oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, serentak mendapat reaksi penolakan oleh Forum Komunikasi SMP/MTs Swasta (FKSMS) se Kecamatan Driyorejo Kabipayen Gresik Jawa Timur.

Hal tersebut diketahui dengan di terbitkannya surat penolakan dari FKSMS se Kecamatan Driyorejo dengan nomor surat 03/FKSMS_DRJ/V/2019. Dalam surat itu juga menyampaikan prihal keberatan atas rencana akan berdirinya SMPN 33 Gresik.

Disebutkan dalam surat, FKSMS menilai reaksi penolakan tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Desa Bambe, bahwa diwilayah Kecamatan Driyorejo akan berdiri SMPN 33 Gresik tepatnya di Desa Bambe, apabila hal terealisasi maka akan memiliki implikasi tidak baik terhadap keberadaan lembaga - lembaga Pendidikan Swasta setingkat SMP/MTs di lingkungan Kecamatan Driyorejo.

Dalam surat tersebut juga tertulis, FKSMS mengadakan rapat bersama dengan pimpinan dan pengelola lembaga swasta pada tanggal 17 Mei 2019 lalu dan disebutkan hasil dari rapat kesepakatan menolak rencana berdirinya SMPN 33 Gresik di Desa Bambe, dengan pertimbangan sebagai berikut : 

1. Sudah adanya lembaga pendidikan setingkat SMP/MTs di wilayah Kecamatan Driyorejo  antara lain:

a. MTs. Darul Ulum di Desa Mojosarirejo
b. SMP YPM 5 di Desa Sumput
c. MTs. Darut Tauhid di Desa Banjaran
d. MTs. Tarbiyatul Akhlaq di Desa Wedoroanom
e. SMP Al_Furqon di Desa Wedoroanom
f. SMP Miftahul Ulum di Desa Karangandong
g. SMP PGRI 2 di Desa Krikilan
h. MTs. Raden Fatah di Desa Kesamben Wetan
i. MTs. Ma'arif di Desa Randegan Sari
j. SMP Diponogoro di Desa Gadung
k. SMP Al Fattah di Kota Baru Driyorejo
l. SMP Excellent di Kota Baru Driyorejo
m. MTS. Sunan Ampel di Kota Baru Driyorejo
n. MTs. Sunan Giri di Kota Mulung
o. SMP Giri Nusantara di Desa Mulung

2. Radius lembaga terlalu dekat dengan sekolah setingkat

Diakhir kalimat penolakan tersebut juga meminta Bupati Gresik untuk tidak merealisasikan rencana berdirinya SMPN 33 Gresik dan ditanda tangani oleh Moh. Jaelani, S. HI selaku Ketua FKSMS  dan Sulistyono, S.Pd. selaku Sekretaris.

Sementara Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sutrisno saat dikonfirmasi terkait penolakan dari FKSMS oleh memojatim menyatakan, mengaku masih belum tahu adanya penolakan juga rencana berdirinya SMPN 33 Gresik di Desa Bambe Kecamatan Driyorejo.

"belum tahu saya, bentar nanti tak konfirmasikan ke Diknas dulu ya,"singkat, Humas Pendidikan Pemkab Gresik, Sutrisno dikutip memojatim hari Rabu (25/9).

Dari info yang berhasil dihimpun memojatim dilapangan, walau masih rencana akan di dirikannya gedung SMPN 33 Gresik namun, kegiatan ngajar mengajar di SMPN 33 Gresik sudah dilakukan dengan menggunakan ruang kelas di gedung SMPN 1 Driyorejo.

Sehingga menimbulkan penilaian publik bahwa, rencana di dirikan SMPN 33 sangat dipaksakan mengingat di wilayah sekitar radius lembaga pendidikan setingkat SMP/MTs sangat berdekatan. (nn/rif)


Posting Komentar