Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : mantan DPRD Surabaya, Syaiful Aidy saat digelandang ke Kejari Tanjung Perak. (Arief,memojatim)

Surabaya-Memo. Selalu mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, tersangka anggota DPRD Surabaya priode 2014-2019 Syaiful Aidy dijemput paksa dirumahnya dikawasan Simo Surabaya Selasa (03/9).

Syaiful Aidy dijadikan tersangka karena diduga terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah Pemkot Surabaya oleh Kejari Tanjung Perak. Tidak ada perlawanan saat penyidik melakukan penangkapan atas legislator dari Partai PAN itu dan pihak keluarga Syaiful Aidy juga tidak melakukan pembelaan secara berlebihan.

"Istrinya minta nunggu pengacaranya, tapi kita jelaskan nanti aja suruh menyusul ke kantor (Kejari Tanjung Perak)," terang, Kasubsi Penyidikan Kejari Tanjung Perak, Muhammad Fadhil hari Selasa (03/9).

Fadhil menambahkan, tersangka Syaiful Aidy dijemput paksa oleh tim penyidik gabungan dari Pidsus, Intel dan Datun Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

"Tim gabungan dari Pidsus, Intel dan Datun jemput tersangka dirumahnya dikawasan Simo,"ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati asal partai Demokrat serta eks mantan Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 Dini Rijanti asal partai Demokrat dan Syaiful Aidy dari partai PAN telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanjung Perak. Ketiganya selalu mangkir saat dipanggil oleh penyidik pidsus kejari tanjung perak.

Sebelumnya, dalam perkara korupsi dana hibah Pemkot Surabaya pihak Kejari Tanjung Perak juga telah menahan tiga mantan anggota DPRD Surabaya di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim, mereka adalah Sugito asal partai Hanura, Darmawan asal partai Gerindra dan Binti Rochma asal partai Golkar.

Selain itu, dalam kasus dugaan korupsi ini Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta yaitu, Agus Setiawan Tjong dan telah divonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara.(rief)


Posting Komentar