Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Arief Tyarachman saat duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Kasus korupsi kredit fiktif unit BRI Cabang Mantup Lamongan disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda, Sidoarjo hari Jumat (27/9). Korupsi dengan modus kredit fiktif yang menjadikan mantan Mantri pada Unit BRI Cabang Mantup Lamongan, Arief Tyarachman  menjadikan terdakwa.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang dibaca oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yoyok Junaidi dan Rudi Kurniawan itu dihadapan Majelis Hakim menyampaikan, bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 junto Pasal 64 UU Nomor 31 Tahun 1999, Pasal 3 junto Pasal 64 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.5 miliar

"Mendakwa terdakwa Pasal 2 junto Pasal 64 UU Nomor 31 Tahun 1999, Pasal 3 junto Pasal 64 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,"ucap, Jaksa Yoyok Junaidi saat dikutip memojatim persidangan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Usai dibacakan surat dakwaan oleh JPU, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan memberikan kesempatan ke Penasehat Hukum (PH) terdakwa apakah mau melakukan nota keberatan atau langsung ke pembuktian.

"Bagaimana saudara terdakwa  melalui penasehat hukum apakah melakukan nota keberatan atau langsung ke pembuktian?,"tanya, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan, dan dijawab langsung ke pembuktian.

Untuk selanjutnya sidang kembali dilanjut pada pekan depan tanggal (4/10).

Usai persidangan Jaksa Yoyok Junaidi menyatakan, tindak pidana ini dilakukan sendiri oleh terdakwa dan hasil korupsinya dihabiskan sendiri oleh terdakwa.

"Dia (terdakwa) masukan sendiri, cairkan sendiri. Sementara tugasnya Mantri sebenarnya hanya untuk ngentry data saja. Jadi terdakwa bertindak ganda,"tegas, Jaksa Yoyok Junaidi pada memojatim.

Sekedar diketahui, Kasus ini terungkap berawal laporan dari pihak Bank BRI unit Mantup, terkait adanya indikasi dugaan kredit fiktif yang dilakukan oleh mantrinya pada kurun tahun 2018 sampai 2019.

Atas laporan itu, pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan melakukan penyelidikan dan penyidikan.
Hasilnya, mengerucut ke nama terdakwa Arief Tyarachman sebagai mantri sejak 2016 sampai 2018. Terdakwa yang memahami mekanisme proses kredit itu mengajukan kredit fiktif dengan menggunakan data nasabah dari berkas kredit Upedes yang telah lunas atau permohonan yang ditolak.

Data tersebut dientri oleh terdakwa ke aplikasi internal BRI untuk di proses dan diputus sendiri oleh terdakwa melalui aplikasi. Tindak pidana itu dilakukan tanpa sepengetahuan nasabah dikarenakan hanya terdakwa ini yang mengetahui Paswordnya saat terdakwa diserahi user ID karena pernah di tunjuk sebagai Ka Unit BRI Cabang Mantup, Lamongan.

Dari pengakuan terdakwa, uang hasil kredit fiktif ini semuanya dipergunakan oleh terdakwa untuk transaksi judi online yaitu judi Forex dan bitcoin secara online.(rief)

Posting Komentar