Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : saksi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang dalam perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kasun Desa Tropoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, saksi ungkap ada Pungutan Liar (Pungli) pada terdakwa Bambang Haryono.

Dalam keteranganya saksi mengungkapkan bahwa, saat penangkapan terdapat uang Rp 800 ribu ini adalah uang sisa dari belum lunasnya pembayaran permohon untuk kepengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Prona.

Selanjutnya pertanyaan dilanjutkan oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Cokorda Gede selaku Hakim Ketua itu seputaran saat penangkapan terdakwa. Saksi (Anggota Polresta Sidoarjo) waktu penangkapan itu sebagai apa? Tanyak Hakim Anggota Jhon Dista kepada saksi, dan dijawab siap iya ada anggota tim juga.

"Ketika Abadi melapor, terus jaraknya berapa hari dari laporan dan penangkapan,"tanyak Jhon Dista lantas dijawab oleh saksi, satu hari yang mulia saat dikutip memojatim pada hari Rabu (21/8) di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Berikutnya, saksi ditanyak soal bagaimana kesimpulan saksi bersama tim (anggota Polresta Sidoarjo) saat Abadi melapor? dan jawab, kesimpulan Ketua Tim harus dilidik dulu, ungkap saksi.

Dalam persidangan Majelis Hakim juga mepertanyakan pasal 12e tentang pemaksaan yang di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo terhadap terdakwa Bambang Hariyono selaku Kepala Dusun (Kasun) di Desa Tropoasri, karena hakim berpendapat unsur pemaksaannya tidak ada.

"Dia (terdakwa) tidak bisa dinyatakan memaksa, karena terdakwa bukan pejabat pembuat Sertifikat,"tegas Hakim Anggota Jhon Dista.

Masih lanjut Hakim Anggota kelahiran Palembang itu menyatakan, kalau bicara  hukum pidana tidak seperti dakwaan jaksa pasal 12e, karena terdakwa bukan pejabat pembuat Sertifikat jadi tidak bisa dinyatakan memaksa.

Sementara JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo,Wachid saat dikonfirmasi terkait dakwaan Jaksa pasal 12e tentang pemaksaan diragukan oleh Majelis Hakim usai persidangan menyampaikan, Jaksa optimis, karena apa yang dibebankan Rp 400  tapi yang diminta lebih dari itu, dan orang itu buktinya melapor, kalau orang tidak melapor tentu tidak merasa dirugikan atau dipaksa.

"Jaksa optimis akan membuktikan, karena saksi yang dirugikan belum dihadirkan,"ujar JPU Wachid.

Sebelumnya, Kepala Dusun (Kasun) Tropoasri, Bambang Hariyono di OTT oleh anggota Reskrim Polresta Sidoarjo dan petugas berhasil mengamankan terdakwa serta uang tunai sejumlah Rp 800 ribu. Namun, oleh pihak Polresta Sidoarjo OTT tersebut tidak di publikasikan sampai kini lanjut ke meja hijau Pengadilang Tipikor Surabaya.(rif)

Posting Komentar