Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pelaku saat berhasil dilumpuhkan petugas dilokasi. (Moch Hasan HA,memojatim)

Surabaya-Memo. tepat di peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus peristiwa mencekam terjadi di Polsek Wonokromo Surabaya. Pasalnya, Markas Komando (Mako) Polsek Wonokromo tiba-tiba diserang aksi teror pria bersenjata celurit pada hari Sabtu (17/8) sore dan menyerang dua petugas jaga hingga terluka. Identitas pelaku yang diketahui bernama Imam Mustofa (30) asal warga Dusun Karang Jati, Kelurahan Telaga, Gading, Sumenep Madura itu tinggal ditempat kos di jalan Sidosermo 4 Gg 1 No 10 A, Surabaya.

Peristiwa tragis itu bermula dari kedatangan pelaku ke Polsek Wonokromo sekitar pukul 17:00 wib dengan berpura-pura mau membuat laporan diruang SPKT. Petugas yang saat itu dijaga oleh Aiptu Agus dan Briptu Febian langsung menemui pelaku. Namun, tiba-tiba pelaku menyerang petugas dengan menggunakan sejanta tajam berupa Celurit hingga mengalami luka serius dibagian kepala, wajah dan tangan sampai akhirnya petugas reskrim datang dan melumpuhkan pelaku dengan tembakan.

Sementara kedua petugas yang menjadi korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit RKZ guna mendapatkan pertolongan dan pelaku dibawa ke RS Bhayangakara Polda Jatim.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat mendatangi lokasi di Mapolsek Wonokromo, awalnya pelaku berpura-pura melapor. Namun, pria tersebut  tiba-tiba menyerang polisi petugas piket dengan senjata tajam.

Akibat serangan tiba-tiba pria tersebut, Aiptu Agus Sumarsono menderita luka bacok di kepala, tangan, dan pipi kirinya.

"Pria tersebut tiba-tiba menyerang petugas," terang Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan pada sejumlah media.

Belum jelas apa motif penyerangan kantor Polsek Wonokromo tersebut. Pasca penyerangan Polsek Wonokromo di sterilkan sejumlah petugas bersenjata lengkap menjaga pintu utama.

Namun dari info dilokasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya pelaku berguru pada Aman Abdurrahman melalui internet. Pelaku warga Sumenep ini mengaku sudah 10 hari ini datang ke Surabaya lantas mampir ke istrinya di Sidosermo selanjutnya menghilang hingga peristiwa teror Polsek Wonokromo terjadi.

Atas kejadian itu istri pelaku, Siti Fatimah dan tiga anaknya dijemput dan dibawa ke Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan.

Sementara petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan barang bukti berupa, sebuah Celurit dan penggeledahan ditempat tinggal Kos pelaku petugas mengamankan, Pisau Penghabisan, 1 Senpi Sofgan Hitam, 1 Tas Ransel, Ketapel, 2 lembar foto copy bertuliskan Laillahaillallah, dan Kelereng.

Sampai berita ini dibuat pihak Polda Jatim terus mendalami motif penyerangan anggota Polsek Wonokromo tersebu. (mh/rif)

Posting Komentar